TNI Kirim 600 Personel Tambahan untuk Amankan Nduga

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI mengangkat peti jenazah Serda Mirwariyadin yang tiba di Baseops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat, 8 Maret 2019. Jenazah Serda Mirwariyadin yang menjadi korban saat terjadi kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, disemayamkan di Lanud I Gusti Ngurah Rai, sebelum diterbangkan ke kampung halamannya di NTB. ANTARA/Fikri Yusuf/

    Anggota TNI mengangkat peti jenazah Serda Mirwariyadin yang tiba di Baseops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat, 8 Maret 2019. Jenazah Serda Mirwariyadin yang menjadi korban saat terjadi kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, disemayamkan di Lanud I Gusti Ngurah Rai, sebelum diterbangkan ke kampung halamannya di NTB. ANTARA/Fikri Yusuf/

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan 600 personel tambahan untuk ditempatkan di Kabupaten Nduga, Papua. Penambahan jumlah personel dilakukan setelah terjadi insiden kontak tembak antara TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya yang menewaskan tiga personel TNI.

    Baca: Kontak Senjata TNI - KKB di Nduga, Ini Lima Faktanya

    “Saat ini personel sudah sampai di Timika, 600 prajurit akan mulai kami berangkatkan hari ini ke Nduga,” kata Kepala Penerangan Kodam VII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi saat dihubungi, Sabtu, 9 Maret 2019.

    Aidi menuturkan 600 personel itu dikirim dari Divisi Kostrad III Makassar dan Batalyon Zeni Tempur 8 Makassar. Sebelumnya, sudah ada sekitar 200 personel TNI yang ditempatkan di sana. Di Nduga, personel tambahan akan disebar untuk melanjutkan sekaligus mengamankan pembangunan proyek infrastruktur.

    Selain itu, Aidi mengatakan personelnya juga akan disebar untuk melakukan penjagaan ke kampung-kampung yang diduga menjadi basis KKB. TNI, kata dia, berharap tindakan tersebut dapat memutus jalur dan sumber logistik KKB.

    Baca: 3 Prajurit TNI Tewas di Nduga, Moeldoko Usul Tingkatkan Status

    Sebelumnya, sejumlah personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum diserang KKB di Distrik Mugi, Nduga, pada Kamis, 7 Maret 2019. Insiden itu terjadi saat Satgas Gakkum melakukan pengamanan pergeseran pasukan yang akan menjaga pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu. Dalam insiden itu, 3 personel TNI tewas, sementara di pihak KKB diperkirakan 10 orang tewas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.