Cerita Lengkap Said Didu Dihadang di Jember dan Naik Ambulans

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Said Didu. TEMPO/Imam Sukamto

    Said Didu. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN Said Didu, dan pengamat politik, Rocky Gerung, mengalami penghadangan ketika hendak mendatangi acara di Universitas Muhammadiyah Jember, Jawa Timur, pada Kamis, 7 Maret 2019.

    Baca juga: Said Didu Sindir Jokowi Soal Laba Pertamina Rp 20 Triliun

    Said Didu dan Rocky tetap mendatangi UMJ, namun keduanya harus ke sana dengan ambulans untuk mengelabui massa yang menghalangi. "Jadi di ambulans ada isinya orang. Yang isi ambulans pindah ke mobil kami, kami pindah ke ambulans," kata Said Didu kepada Tempo, Jumat, 8 Maret 2019.

    Said Didu menceritakan kronologis penghadangan yang dialaminya. Ia dan Rocky Gerung mulanya diagendakan mengisi acara di tiga lokasi, yaitu Banyuwangi, Jember, dan Lumajang. Pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Said Didu bersama Rocky dan Laode, salah satu timnya dari Jakarta, tiba di Banyuwangi.

    Sesampainya di sana, Said Didu mendapatkan informasi bahwa acara di Banyuwangi batal karena tidak ada pihak yang mau menyediakan tempat acara. Karena batal, mereka bertiga pun kemudian berencana naik helikopter ke Jember. Namun, panitia di Jember mengabarkan bahwa situasi di sana juga tegang karena ada pihak yang menolak kedatangan Said Didu dan Rocky Gerung.

    "Sehingga ada ide membatalkan acara di Jember. Terus, saya bilang kalau ini batal karena persekusi berarti demokrasi sudah hancur dan kebebasan berpendapat sudah hilang. Ini tidak bisa batal. Apapun yang kita hadapi, kita harus berangkat," katanya.

    Akhirnya, Said Didu, Rocky, dan rekan mereka memutuskan ke Jember melalui jalur darat dengan mobil, dan berangkat pukul 09.00 WIB dari Banyuwangi. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, sekitar 10 kilometer dari lokasi, Said Didu mengaku dikontak oleh panitia acara di UMJ bahwa situasi belum kondusif.

    Said Didu memutuskan untuk tetap datang ke sana tanpa memberitahu aparat keamanan. Ia khawatir aparat akan meminta mereka pulang. Kemudian, panitia mengabarkan lagi kepadanya bahwa ada panitia yang berangkat ke UMJ dengan ambulans. Lokasi ambulans itu pun tak jauh dari keberadaan Said Didu. Akhirnya, ambulans dan mobil yang digunakan Said Didu dan Rocky bertukar penumpang.

    Baca juga: Rizal Ramli dan Said Didu Bantu Kubu Prabowo Siapkan Debat Capres

    "Mobil kami jalan di jalan normal. Kita (pakai ambulans) belok ke jalan kecil yang jalan tikus. Jalan tikus tidak pernah membunyikan sirene. Ya sudah lewat jalan tikus, kita masuk (UMJ) lewat belakang. Nah mobil kami lewat depan. Jadi mobil pas dibuka, tidak ada Pak Rocky Gerung dan saya," kata dia.

    Di UMJ, Rocky berorasi sekitar 15 menit. Sedangkan Said Didu hanya 5 menit. Keduanya tidak berorasi terlalu lama untuk menghindari massa yang menolak kedatangannya. "Kami segera pergi dan masuk ruang UMJ sebentar. Naik, minta izin pisang goreng sebagian bawa ke mobil, laper. Jadi 20 menit di dalam, kita pergi, ya saya sempat melambaikan tangan ke polisi lalu pergi ke Lumajang," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.