Polisi Malaysia Sedang Memburu Aktor Intelektual Mutilasi 2 WNI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mutilasi. kisspng.com

    Ilustrasi mutilasi. kisspng.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Diraja Malaysia memburu aktor intelektual atau dalang dalam kasus mutilasi dua warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia. "Ada oknum yang diduga aktor intelektual, masih dalam pengejaran," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Februari 2019.

    Keterangan dari orang yang diduga dalang pembunuhan, dibutuhkan untuk menguatkan dugaan keterlibatan dua warga negara Pakistan yang sebelumnya telah ditahan lalu dilepas. Keduanya diduga berperan sebagai eksekutor. "Selama pemeriksaan, dua orang ini masih mengelak," ucap Dedi.

    Baca: Fakta-fakta di Sekitar Mutilasi Pengusaha Bandung di Malaysia

    Dua warga negara Indonesia dimutilasi di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia pada 29 Januari 2019. Mereka adalah Nuryanto, pengusaha tekstil asal Bandung dan rekannya, yang diduga Ai Munawaroh

    Polisi telah memastikan jasad Nuryanto melalui sidik jari. Namun identifikasi terhadap potongan tubuh yang diduga Ai masih belum selesai karena harus dilakukan dengan tes DNA. Potongan tubuh yang diduga Ai tidak bisa  dilakukan seperti identfikasi terhadap Nuryanto karena tanpa sidik jari.

    Baca:Polri Pastikan Korban Mutilasi di Malaysia Adalah WNI

    Polisi Malaysia belum bisa melanjutkan kasus mutilasi ini dan menyerahkan ke Kejaksaan sebab masih membutuhkan keterangan dari saksi peristiwa pidana itu. "Kasusnya belum bisa dilanjutkan karena aktor intelektualnya belum ditangkap untuk menguatkan pembuktian keterlibatan dua orang itu dalam pembunuhan disertai mutilasi," ujar Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.