Polri Pastikan Korban Mutilasi di Malaysia Adalah WNI

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri memastikan jasad korban mutilasi yang ditemukan di Malaysia adalah warga negara Indonesia bernama Nuryanto. Kepastian identitas itu diperoleh setelah tim Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polri melakukan identifikasi sidik jari terhadap potongan tubuh korban.

    Baca: Polisi Kuatkan Bukti Kasus Mutilasi WNI di Malaysia

    "Sidik jari jempol kiri setelah diidentifikasi kemudian ada sidik jari pembanding diketemukan ada 12 titik kesamaan. Sangat akurat menunjukkan korban yang meninggal dunia atas nama Nuryanto," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis, 14 Februari 2019.

    Sementara itu, untuk korban yang diduga bernama Ai Munawaroh, belum bisa dipastikan. Sebab, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) tak menemukan potongan tangan korban. Dedi menjelaskan, pihaknya pun akan melakukan pemeriksaan DNA terhadap korban. Sampel DNA itu diambil dari ayah kandung Ai Munawaroh.

    "Khusus untuk saudari Ai Munawaroh nanti melalui proses pembuktian DNA. Saat ini kami sudah kirim DNA ayah biologis untuk pembuktian DNA ke Malaysia," kata Dedi.

    Pengusaha tekstil asal Bandung, Jawa Barat, Nuryanto, ditemukan tewas dan menjadi korban mutilasi bersama temannya, Ai Munawaroh, pada 29 Januari 2019 di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

    Nuryanto pergi ke Malaysia pada Kamis 17 Januari 2019. Rencananya, dia mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia. Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari, pihak keluarga putus komunikasi dengan Nuryanto.

    Sementara itu, PDRM telah menahan dua warga negara Pakistan yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Namun, PDRM belum memutuskan apakah kedua warga negara Pakistan tersebut benar pelakunya.

    Baca: Bos Tekstil Bandung Korban Mutilasi, Ini Kata Ridwan Kamil

    "Dua orang ini statusnya masih saksi yang dicurigai. Di Malaysia itu hukum acaranya beda sama Indonesia," ucap Dedi. Hanya saja berdasarkan pemeriksaan sementara, dua orang ini merupakan orang terakhir yang ditemui Nuryanto dan Ai Munawaroh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.