Fadli Zon hingga Neno Warisman Hadiri Munajat 212 di Monas

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta Munajat 212 mulai memadati area Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 21 Februari 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Peserta Munajat 212 mulai memadati area Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 21 Februari 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon hadir dalam acara zikir dan munajat 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis 21 Februari 2019. Berdasarkan pantauan Tempo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini hadir sekitar pukul 21.40 WIB.

    Selain itu, saat menghadiri acara tersebut Fadli terlihat mengenakan kemeja koko putih dan mengenakan peci hitam. Fadli juga terlihat mengenakan sorban berwarna hijau.

    Baca: Zulkifli Hasan Hadir Munajat 212 di Monas

    Ketika disapa awak media, Fadli langsung masuk ke lokasi acara melalui pintu VVIP di belakang panggung. Ia tak menanggapi ajakan wawancara awak media dan langsung masuk ke lokasi acara.

    Selain Fadli, Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman, juga terpantau hadir. Neno hadir dengan mengenakan kerudung berwarna cokelat.

    Neno mengatakan hadir dalam acara ini untuk ikut bermunajat dan berzikir. "Ya biasalah ikut munajat dan berzikir. Selain itu saya juga akan ikut baca puisi. Puisinya apa nanti silakan dengar sendiri," kata Neno kepada awak media.

    Simak: Hadir di Munajat 212, Titiek Soeharto Beri Salam Dua Jari

    Selain kedua orang itu, hadir pula Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif dan juga Titiek Soeharto. Meski begitu, tak semua tokoh yang hadir di munajat 212 menanggapi permintaan media untuk wawancara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.