Guntur Romli Sangkal Sebarkan Surat Hoaks Petani Bawang Brebes

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • M Subkhan, petani dan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes saat melaporkan politikus PSI, Guntur Romli ke Badan Reserse Kriminal Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Februari 2019. M Rosseno Aji

    M Subkhan, petani dan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes saat melaporkan politikus PSI, Guntur Romli ke Badan Reserse Kriminal Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Februari 2019. M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta-Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI)  Guntur Romli membantah telah menyebarkan surat hoaks perihal permintaan maaf Muhammad Subkhan, petani bawang asal Brebes sekaligus mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum Brebes. Dia mengatakan tak pernah menyebarkan surat tersebut melalui media sosialnya.

    "Saya ingin membantah keras pernyataan Djamaluddin Koedoeboen bahwa saya menyebarkan surat hoax permintaan maaf Subkhan," kata Guntur melalui pesan singkat, Jumat, 15 Februari 2019.

    Baca: Datangi Bareskrim, Petani Bawang Subkhan Laporkan Guntur Romli

    Sebelumnya, Djamaluddin Koedoeboen selaku kuasa hukum pelapor M Chusni Mubarok akan mengadukan Guntur Romli dan Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman ke polisi. Djamaluddin menuding Fadjroel dan Guntur telah menyiarkan berita bohong dan ujaran kebencian melalui Twitternya terkait Subkhan.

    Subkhan adalah petani Brebes yang videonya viral saat berdialog dengan calon wakil presiden Sandiaga Uno pada 11 Februari 2018. Dalam video itu Subkhan mengeluh pada Sandiaga soal kondisi pertanian bawang. Belakangan beredar surat yang mengatasnamakan Subkhan. Dalam surat itu Subkhan meminta maaf karena telah melakukan kebohongan di depan Sandiaga. Dia mengatakan hanya menjalankan skenario sesuai arahan tim sukses. Subkhan telah membantah membuat surat permintaan maaf tersebut.

    Djamaluddin menuding Fadjroel dan Guntur telah menyebarkan berita bohong terkait surat permintaan maaf Subkhan dan telah menuding pengakuan Subkhan kepada Sandiaga soal kondisi harga bawang adalah rekayasa. "Itu beliau unggah dan sebarkan ke publik, seolah kejadian itu direkayasa oleh Pak Sandiaga, sekaligus juga ada surat permohonan maaf," katanya.

    Simak: Hoax Surat Subkhan, Fadjroel dan Guntur Romli Dilaporkan Polisi

    Guntur berujar pernyataan Djamaluddin merupakan fitnah dan pencemaran nama baik. Dia menyangkal telah menyebarkan surat itu melalui akun media sosial miliknya. "Pernyataan Djamaluddin tidak berdasarkan bukti dan fakta hukum yang bisa dikategorikan sebagai tuduhan dan fitnah," katanya.

    Guntur Romli 
    meminta Djamaluddin mencabut pernyataannya dan meminta maaf. Dia mengatakan tak segan melaporkannya ke polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.