Ketua Umum Diperiksa, Massa PA 212 akan Gelar Aksi Solidaritas

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 Solo Raya mengikuti acara Tabligh Akbar di Solo, Jawa Tengah, Minggu 13 Januari 2019. Peserta tabligh akbar Persaudaraan Alumni atau PA 212 Solo mengatakan banyak peserta yang kesulitan masuk Kota Solo lantaran personel kepolisian mengetatkan keamanan. twitter.com

    Massa yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 Solo Raya mengikuti acara Tabligh Akbar di Solo, Jawa Tengah, Minggu 13 Januari 2019. Peserta tabligh akbar Persaudaraan Alumni atau PA 212 Solo mengatakan banyak peserta yang kesulitan masuk Kota Solo lantaran personel kepolisian mengetatkan keamanan. twitter.com

    TEMPO.CO, Solo - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif hari ini akan datang memenuhi panggilan Kepolisian Resor Kota Surakarta untuk menjalani pemeriksaan, Kamis 7 Februari 2019. Selama pemeriksaan berlangsung, massa PA 212 Solo Raya akan menggelar aksi solidaritas di depan Polresta.

    Koordinator lapangan aksi, Achmad Sigit mengatakan tidak ada tuntutan khusus dalam aksi itu. "Untuk memberikan dukungan moral kepada Ketua Umum PA 212," kata Sigit.

    Baca:Alumni 212 Laporkan Ketua Jokowi Mania dan Grace Natalie

    Sigit mengatakan jumlah massa yang akan didatangkan berkisar antara 50 hingga 100 orang. "Tapi tidak menutup kemungkinan bertambah jika ada elemen lain yang akan ikut bergabung bersama kami."

    Slamet akan diperiksa dengan dugaan pelanggaran kampanye pada tablig akbar di Solo pada pertengahan Januari 2019. Dalam acara tablig akbar itu, Slamet salah satu pembicaranya. Slamet yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga berpidato dengan kata-kata yang dianggap bermuatan kampanye. Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma'ruf Solo melaporkannya ke Bawaslu Kota Solo.

    Baca: Di Depan Kiai NU, Ma'ruf Amin: 212 Telah Menjadi Gerakan Politik

    Bawaslu memproses laporan itu dengan memeriksa saksi serta barang bukti. Setelah berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan dalam Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), mereka menyimpulkan bahwa kasus itu layak untuk masuk ranah pidana pemilu. Bawaslu kemudian menyerahkan persoalan itu ke kepolisian.

    Untuk aksi solidaritas kali ini, Sigit mengaku telah menyerahkan surat pemberitahuan aksi kepada instansi yang berwenang. "Mulai Polsek, Polresta hingga Polda Jawa Tengah." Namun, dia tidak menyebutkan tokoh-tokoh yang akan ikut hadir dalam aksi PA 212 itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.