Anang Cerita Perdebatannya dengan Jerinx SID Soal RUU Permusikan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Kami Musik Indonesia, Glenn Fredly berbincang dengan Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Anang Hermansyah sebelum mengikuti rapat dengar pendapat umum di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, 7 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Perwakilan Kami Musik Indonesia, Glenn Fredly berbincang dengan Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Anang Hermansyah sebelum mengikuti rapat dengar pendapat umum di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, 7 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Anang Hermansyah berpendapat perdebatannya dengan Jerinx Superman Is Dead di media sosial mengenai Rancangan Undang-Undang atau RUU Permusikan merupakan suatu masukan dan kritik yang dapat dilontarkan melalui berbagai macam cara.

    Baca juga: RUU Permusikan Dinilai Berpotensi Membungkam Suara Musisi

    "Ini masukan, masukan itu ada berbagai macam cara," kata Anang, ditemui usai pertemuan dengan musisi di Jakarta, Senin, 4 Februari 2019.

    Menurut Anang, menerima masukan dari berbagai pihak merupakan hal yang harus dia jalani demi memperbaiki rancangan undang-undang yang ditentang oleh banyak musisi ini.

    "Supaya memperkaya apa yang sekarang ada, nanti, kita bahas," kata politikus asal Partai Amanat Nasional itu.

    Rancangan Undang-Undang Permusikan, walaupun baru dalam bentuk rancangan yang belum diajukan pemerintah, menuai kontroversi di kalangan musisi karena dianggap membatasi kreasi dan kebebasan berekspresi.

    Musisi merasa keberatan atas ketentuan-ketentuan yang dirumuskan dalam RUU tersebut, salah satunya adalah pasal 5 yang dianggap menghambat proses kreasi mereka.

    Dalam pasal 5 RUU tersebut, disebutkan dalam proses kreasi dilarang, antara lain mendorong khalayak umum melakukan kekerasan, memuat konten pornografi, menistakan agama, memprovokasi ras atau golongan tertentu dan mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum.

    Para musisi berpendapat pasal tersebut multitafsir dan tidak ada standard ukuran yang jelas.

    Baca juga:  Musisi: RUU Permusikan Membawa Kembali ke Jaman Orde Lama

    Anang menyatakan dalam sebuah pertemuan dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia beberapa waktu lalu, dia menyatakan tidak menyetujui pasal tersebut.

    "Saya bilang tidak setuju dengan pasal 5 itu," kata Anang menegaskan pernyataannya.

    Anang berjanji akan mendengarkan masukan-masukan dari musisi dan pelaku industri musik untuk memperbaiki RUU Permusikan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.