4 Jenis Mafia Penguasa Republik Ini Menurut Amien Rais

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Mantan Ketua MPR Amien Rais, Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Mantan Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid saat menjadi pembicara dalam diskusi di kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, 15 Januari 2019. Diskusi Publik Selasa-an yang digelar oleh Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi tersebut membahas mengenai

    (ki-ka) Mantan Ketua MPR Amien Rais, Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Mantan Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid saat menjadi pembicara dalam diskusi di kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, 15 Januari 2019. Diskusi Publik Selasa-an yang digelar oleh Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi tersebut membahas mengenai "Refleksi Malari: Ganti Nakhoda Negeri?". TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menjelaskan tentang mafia yang disebutnya sebagai penguasa sejati Republik Indonesia.

    Baca juga: Prabowo Sebut SBY dan Amien Rais sebagai Mentor

    Amien membeberkan ada empat jenis mafia di Indonesia, dari yang levelnya ecek-ecek hingga super mafia.

    Menurut Amien, mafia ecek-ecek ialah mafia yang beroperasi di tingkat kecamatan dan kabupaten. Mereka, kata dia, beroperasi di pasar-pasar, pabrik-pabrik, hotel-hotel kecil, parkiran, dan sebagainya. Adapun mafia tingkat menengah, kata Amien, beroperasi di level provinsi.

    Amien menyebut mafia kelas ini biasanya memaksakan kehendaknya kepada pejabat di level pemerintah provinsi atau gubernur. "Lebih tinggi lagi yaitu mafia skala nasional. Ini sudah enggak ketulungan," kata Amien di Sekretariat Nasional Prabowo - Sandiaga, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Januari 2019.

    Amien menyebut mafia nasional ini di antaranya mafia garam, cabai, beras, daging, kedelai, dan lainnya. Dia mengatakan para mafia ini kemudian membentuk kartel dan merekalah yang menentukan jalannya ekonomi Indonesia.

    "Mafia nasional itu tidak mungkin bisa langgeng, bisa eksis dengan kuat tanpa kerja sama dengan kekuasaan," ujarnya. Amien berujar para mafia biasanya bekerja sama dengan menteri atau jenderal tertentu.

    Mafia jenis keempat yang disebut Amien adalah super mafia. Mereka, kata Amien, yakni konglomerat dan korporasi internasional yang kemauannya ke berbagai bangsa. Amien menyebut mereka menggunakan cara-cara seperti laporan palsu dan membantu terselenggaranya pemilihan umum yang tidak bersih, jujur, dan adil.

    "Kemudian bahkan murder, sex money and power. Kita tahu korporasi besar itu sesungguhnya super mafia. Mereka kerja sama dengan super mafia di negeri kita ini, rata-rata itu bisa saya katakan dugaan yang paling kuat yaitu dengan penguasa tinggi dan tertinggi," kata Amien.

    Baca juga: Amien Rais: Penampilan Prabowo di Debat Capres Terlalu Santun

    Lebih lanjut, salah satu pendiri PAN ini menilai selalu ada korelasi antara korupsi dan kekuasaan. Kata dia, semakin tinggi kekuasaan, maka korupsinya pun semakin besar.

    Amien Rais lantas menyinggung soal keberadaan satuan tugas pemberantasan mafia hukum yang pernah ada di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia berpendapat keberadaan tim itu bagus, kendati bubar dua tahun kemudian.

    Amien melanjutkan, maka dari itu dia menilai perlu ganti kepemimpinan agar bisa memberantas mafia nasional dan super mafia di Indonesia. Amien menilai keberadaan mafia-mafia besar di Indonesia sudah ugal-ugalan sehingga harus segera dihentikan.

    "Mafia ini harus di-cut sayapnya supaya tidak ugal-ugalan gitu, dan makanya memerlukan kepemimpinan baru," kata Amien.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?