Tanggapi Fahri Hamzah, Mardani Sebut Sohibul Dicintai Kader PKS

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mardani Ali Sera. Dok TEMPO

    Mardani Ali Sera. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera menanggapi pernyataan Fahri Hamzah yang meminta Presiden PKS Sohibul Iman dan empat orang elite lainnya untuk mundur. Mardani mengatakan, Sohibul Iman adalah presiden PKS yang sah dan dicintai semua kader.

    Baca: Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan Lama Menjomblo Gara-gara PKS

    "Pak Sohibul itu Presiden PKS yang sah dan dicintai semua pengurus dan kader," kata Mardani di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat malam, 25 Januari 2019.

    Sebelumnya, Fahri Hamzah mendesak lima petinggi PKS untuk mundur. Fahri menilai mereka tak memiliki itikad baik menjalankan putusan Mahkamah Agung terkait kasus antara dirinya dan PKS.

    MA, dalam putusan kasasi, memerintahkan lima tergugat, yaitu Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi PKS Abdul Muiz Saadih, Ketua Majelis Tahkim PKS Hidayat Nur Wahid, anggota Majelis Tahkim Surrahman Hidayat, anggota Majelis Tahkim PKS Abdi Sumaithi, dan Presiden PKS Sohibul Iman bersama-sama membayar ganti rugi Rp 30 miliar kepada Fahri. PKS sempat mengajukan peninjauan kembali, tetapi ditolak oleh MA.

    Baca juga: Presiden PKS Kritik Pidato Kebangsaan Prabowo yang Terlalu Lama

    "Saya minta mereka mengundurkan diri secara sukarela sebagai pejabat partai dan sebagai kader biasa, sama seperti saya dalam status saya hari ini adalah kader biasa karena keputusan pengadilan," kata Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019.

    Terkait dengan sengketa antara Fahri dan para petinggi PKS, Mardani enggak berkomentar lebih lanjut. Dia mempersilakan hal itu ditanyakan langsung kepada Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal. "Saya sudah lama tidak ke (kantor) DPP," kata Mardani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.