Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan Lama Menjomblo Gara-gara PKS

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Pada 8 Maret 2018, Fahri melaporkan Sohibul Iman atas dugaan kasus tindak pidana berkaitan dengan fitnah dan pencemaran nama baik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Pada 8 Maret 2018, Fahri melaporkan Sohibul Iman atas dugaan kasus tindak pidana berkaitan dengan fitnah dan pencemaran nama baik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lama 'menjomblo' karena ulah PKS mengajukan kader yang tidak dikenal dan tidak disetujui partai-partai pendukung untuk posisi Wakil Gubernur DKI. "Akhirnya itu rumit," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan pada Jumat, 21 Desember 2018.

    Baca: PDIP Minta Anies Jadi Mediator Gerindra - PKS Soal Kursi Wagub

    Posisi wagub DKI kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno yang memilih maju sebagai calon wakil presiden di pemilihan presiden 2019. Dua partai pengusung Sandi saat pilkada, yaitu PKS dan Partai Gerindra, harus mengajukan dua kandidat wagub pengganti Sandiaga. Namun sampai saat ini, penunjukkan wakil gubernur masih menjadi perdebatan antara dua partai tersebut.

    Menurut Fahri, permasalahannya ada di PKS. "Kenapa PKS mengajukan orang yang tidak dikenal dan dianggap tidak mengerti DKI? Ini kan mau membantu Gubernur. Harusnya, ditanya juga gubernurnya mau siapa," tuturnya.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, didampingi wakilnya, Sandiaga Uno, memberikan pernyataan terkait kondisi Jakarta Siaga 1 di tengah serentetan aksi teror bom bunuh diri di Indonesia. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Menurut Fahri, sebetulnya PKS memiliki kader yang mempunyai kompentensi memimpin DKI Jakarta dan bisa diterima semua pihak, yakni Triwisaksana. "Dia itu Wakil Ketua DPRD, sudah menjadi anggota DPRD berkali-kali. Kalau orang itu yang dipilih, semua oke. Masalahnya PKS menaruh orang yang tidak dikenal dan tidak disetujui partai-partai yang akan memilih," ujar dia.

    Baca: Wagub DKI Masih Kosong, Ketua DPRD: Penghulunya Sudah Horny Nih

    Sebelumnya, PKS mengajukan dua kandidat wakil gubernur, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun kedua kandidat tersebut ditolak Fraksi Partai Golkar dan Partai Hanura DPRD DKI Jakarta. Golkar menolak dua calon yang diajukan PKS lantaran Syaikhu dan Agung bukan berasal dari Jakarta. Alasan yang sama dikemukakan oleh Partai Hanura. Hanura menilai dua orang kandidat Wagub DKI yang disodorkan PKS tak memahami persoalan di Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.