BPN Prabowo Ungkap Sulitnya Bertemu Gatot Nurmantyo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (tengah) memberi keterangan Pers usai bertemu dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Jakarta, 8 Mei 2018. Zulkifli mengajak Gatot adu gagasan serta menjadikan pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan damai. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (tengah) memberi keterangan Pers usai bertemu dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Jakarta, 8 Mei 2018. Zulkifli mengajak Gatot adu gagasan serta menjadikan pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan damai. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga sangat berharap mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bisa bergabung dengan mereka.

    Baca juga: Fadli Zon Berharap Gatot Nurmantyo Dukung Prabowo

    Menurut Juru bicara BPN Ferry Juliantono, selama beberapa bulan terakhir mereka belum pernah berkomunikasi dengan Gatot.

    "Selama beberapa bulan terakhir beliau agak sulit ditemui," kata Ferry saat ditemui di Solo, Ahad 13 Januari 2019.

    Pernyataan Ferry ini terkait pemasangan baliho bergambar Gatot Nurmantyo di markas pemenangan Prabowo - Sandi di Solo. Gatot lewat akun media sosialnya meminta tim sukses menurunkan spanduk tersebut.

    Dalam akun twitter @Nurmantyo_Gatot, Gatot menyatakan keberatannya dengan keberadaan spanduk itu. DIa melampirkan sebuah foto dan kliping koran yang menunjukkan keberadaan spanduk tersebut.

    Baca juga: Gerindra: Prabowo Sudah Temui Gatot Bahas Tim Pemenangan

    "Mengenai berita seperti tersebut di atas dan ada foto saya pada baliho Posko BPN Prabowo-Sandi di Solo, saya nyatakan bahwa saya tidak tahu menahu.” cuit Gatot  Nurmantyo di twitternya. mengaku tidak pernah dimintai persetujuan atau diberi pemberitahuan baik secara lisan maupun verbal. “Untuk itu, Saya mohon agar foto saya diturunkan dari baliho tersebut secepatnya," katanya.

    Tim Prabowo kemudian menurunkan baliho tersebut. Ferry Juliantono menyebut isi yang ada dalam spanduk tersebut bukanlah materi resmi yang dikeluarkan oleh timnya. "Kami juga tidak tahu kalau ada spanduk tersebut," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.