Ridwan Kamil: Kegiatan Citarum Kurang Terkoordinasi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat koordinasi (rakor) mengenai implementasi penanganan Sungai Citarum di Saung Citarum Harum Sektor 8 di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/18).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat koordinasi (rakor) mengenai implementasi penanganan Sungai Citarum di Saung Citarum Harum Sektor 8 di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/18).

    INFO JABAR – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi semua elemen masyarakat yang telah terlibat sejak awal, termasuk pegiat Citarum, seniman, akademisi dan TNI dalam program penanganan sungai terbesar di Jawa Barat ini. Namun hasil evaluasi anggaran saat rapat bersama Menko Maritim diketahui bahwa ada penganggaran program dan kegiatan Citarum Harum yang kurang terkoordinasi.

    “Sudah ada kemajuan, tapi masih ada problem, kita tidak bisa tutup mata. Hasil evaluasi di Kemenkomaritim ditemukan kekurangkompakan dalam penganggaran, bukan tentang peran,” kata Emil sapaan akrab Gubernur Jabar di Bandung, Kamis, 3 Januari 2019. 

    Menurut dia, Citarum mengalami banyak kemajuan luar biasa dengan kehadiran TNI dan stakeholder lainnya. “Saya mengapresiasi kemajuan Citarum di berbagai kesempatan, dalam pidato selalu memuji,” ujarnya.

    Hanya terkait evaluasi penganggaran, lanjut Emil, mereka bekerja sendiri-sendiri terutama instansi pemerintah ini mengakibatkan tidak ada sinkron. “Pak Luhut nanya kenapa? karena nggak ada dirigennya yang mengatur, nggak ada yang mengatur apa mengerjakan apa, apakah ngegas ataupun ngerem, nggak ada polanya,” katanya. 

    Ia menjelaskan untuk menata Citarum, pertama, membangun tim lintas elemen, mulai dari  Satgas Citarum dan  kelompok kerja pengendalian pencemaran dan kerusakan sungai Citarum. Pada 2019 kekurang kompakan itu akan dapat diperbaiki.

    “Pertama membentuk pusat komando Citarum, bikin ruangan khusus, rapat disitu, bikin keputusan disitu, nggak sendiri-sendiri lagi,” ujarnya. 

    Kedua, menurut Emil anggaran juga harus terkoordinasi, jangan sampai ada imbas kepada salah satu pihak. “Yang saya maksud selama ini bukan urusan uangnya atau ilmu, tapi urusan kepemimpinan di level  penganggarannya. Jadi akibatnya kita tidak tahu, departemen apa sedang mengerjakan apa, memberikan dampak apa, itu ngga ada ukuran. Itu yang saya maksud kekurangkompakan itu,” kata Emil. 

    Sementara itu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Prima Mayaningtias, yang juga Wakil Pelaksana Harian Sekretariat Satgas Citarum mengatakan,  saat ini telah terbit Kepgub No 614/Kep.1303-DLH/2018 tanggal 12 Desember 2018 tentang Sekretariat Satgas Citarum dan Pokja Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Sungai Citarum. 

    “Ini adalah langkah komitmen bersama  untuk mewujudkan sinergitas dan kebersamaan semua komponen untuk bersama mewujudkan Citarum Harum,” kata Prima. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.