TPNPB OPM Tuding TNI-Polri Menyandera Rombongan Pemda Nduga

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) didampingi Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kiri) berbincang dengan keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat serah terima jenazah di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Sebanyak sembilan jenazah korban penembakan KKB di Nduga diserahterimakan ke pihak keluarga. ANTARA

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) didampingi Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kiri) berbincang dengan keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat serah terima jenazah di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Sebanyak sembilan jenazah korban penembakan KKB di Nduga diserahterimakan ke pihak keluarga. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Aparat gabungan TNI-Polri dituding menyandera rombongan Pemerintah Daerah Nduga, Papua, di Distrik Yigi. Tudingan itu diutarakan juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka Sebby Sambom.

    Baca: Bupati Nduga Dukung TNI Polri Buru Pelaku Penembakan KKB

    "Jumlahnya mungkin puluhan, karena rombongan tim yang disandera," ujar Sebby melalui pesan teks, Selasa, 1 Januari 2019. Dalam rombongan tersebut, kata dia, ada Ketua I dan II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nduga.

    Sebby, yang bermukim di Papua Nugini, menceritakan pada 28 Desember 2018, rombongan tim melakukan perjalanan dari Wamena sekitar pukul 10.30 WIT menuju Yigi. Saat sedang berada di Mbua, rombongan disandera oleh TNI-Polri yang berjaga di daerah tersebut.

    Puluhan orang itu disandera, kata Sebby, karena tidak memiliki surat izin. "Dan sampai hari ini masih disandera di sana," ucap dia. Rombongan itu rencananya akan mengumpulkan warga Yigi, Nitkuri, dan Mugi yang lari ke hutan setelah perang dengan TNI-Polri.

    Baca: Cerita Anggota TNI di Papua Pasca-Penyerangan Kelompok Bersenjata

    Tudingan penyanderaan itu ditampik Polri. "Itu hanya bagian dari propaganda mereka untuk menarik simpati," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui pesan teks, Rabu, 2 Januari 2019.

    Dedi menuturkan, keberadaan Polri-TNI justru melindungi masyarakat di Nduga dari ancaman kelompok bersenjata. Ini dilakukan setelah adanya penyerangan kelompok bersenjata yang dilakukan kepada para pekerja proyek Trans Papua pada Desember lalu. Dalam serangan itu, belasan pekerja meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.