Besok, Jokowi Lantik Kepala BNPB Baru

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Bupati Karo Terkelin Brahmana berbincang dengan warga saat berkunjung di kawasan perumahan relokasi pengungsi Gunung Sinabung di Desa Siosar, Karo, Sumatera Utara, 14 Oktober 2017.  ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo bersama Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Bupati Karo Terkelin Brahmana berbincang dengan warga saat berkunjung di kawasan perumahan relokasi pengungsi Gunung Sinabung di Desa Siosar, Karo, Sumatera Utara, 14 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan melantik Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB yang baru menggantikan Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei di Istana Negara, Rabu 2 Januari 2019.

    Baca juga: Kata BNPB soal RSUD Serang Pungut Biaya Mayat Korban Tsunami

    Kabar penggantian Willem mencuat setelah undangan pelantikan Kepala BNPB yang baru beredar. Dalam undangan tersebut tertera pelantikan dilaksanakan di Istana Negara pada Rabu, 3 Desember 2018 pukul 09.00 WIB.

    Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengkonfirmasi adanya pelantikan tersebut. Namun dia mengaku tak tahu pengganti Willem. "Kami hanya diminta menyiapkan pelantikan," katanya.

    Staf Ahli Presiden, Adita Irawati, juga menyatakan tak mengetahui alasan penggantian Kepala BNPB. "Kami tidak memiliki informasi soal itu," ujarnya.

    Willem Rampangilei dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala BNPB pada 7 September 2015. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan Willem dipilih karena pengalamannya. “Pertimbangan kompetensi, pengalaman di bidang itu,” kata Pratikno, di kompleks Istana, Senin, 7 September 2015.

    Baca juga: Jokowi Lantik Willem Rampangilei sebagai Kepala BNPB

    Willem yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi I di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menggantikan Syamsul Maarif. Pratikno menuturkan, Syamsul diganti karena sudah terlalu lama menjabat. Dia memimpin BNPB sejak 2008.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.