Saat Said Aqil Siradj dan Gus Sholah Bertemu di Tebuireng

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid alias Gus Solah di kediamannya, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 29 Desember 2018. Foto: Istimewa.

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid alias Gus Solah di kediamannya, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 29 Desember 2018. Foto: Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah pada hari ini. Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan pertemuan itu dalam rangka silaturahmi sekaligus ziarah ke makam mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yang juga merupakan kakak Gus Solah.

    Baca juga: Ditemani Gus Sholah, Jokowi Ziarah ke Makam Gus Dur

    "Selain untuk silaturahmi di antara tokoh-tokoh NU, ziarah ke makam Gus Dur, juga untuk haul Gus Dur di Tebuireng nanti malam," kata Robikin kepada Tempo, Sabtu, 29 Desember 2018.

    Robikin menuturkan, Said Aqil datang didampingi istri, anak-anak, dan cucu-cucunya. Adapun Gus Solah didampingi istrinya.

    Robikin mengatakan silaturahmi di antara para kiai itu sebenarnya biasa dilakukan. Namun dia tak menampik kelaziman itu menjadi istimewa karena publik menganggap ada perbedaan antara para kiai dan tokoh NU, terutama di momen pemilihan presiden 2019.

    Menurut Robikin, Said Aqil Siradj dan Gus Solah tidak berpolitik praktis. Dia mengatakan kedua kiai sepuh itu berada dalam posisi mengawal keutuhan Indonesia dan bagaimana Islam moderat dapat berkembang di tanah air.

    "Beliau-beliau sangat paham untuk isu kebangsaan dan Islam moderat. Semua berada dalam satu posisi mengawal keutuhan bangsa," ujarnya.

    Baca juga: Sandiaga Uno Bertemu Gus Sholah di Rumah Prabowo Bahas Ekonomi

    Kendati Nahdlatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan tidak berpolitik, sesuai khittah NU tahun 1926, para tokohnya kerap diasosiasikan dengan pihak tertentu di pilpres 2019 ini. Para tokoh dan massa NU juga menjadi pihak-pihak yang kerap disambangi oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

    Gus Solah beberapa kali bertemu dengan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno. Rabu, 7 November lalu, Sandiaga mengaku baru saja bertemu Gus Solah di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan. Dia mengaku berdiskusi soal ekonomi dengan Gus Solah.

    Di sisi lain, anak Gus Solah, Irfan Wahid atau Ipang Wahid merupakan salah satu tim calon wakil presiden Ma'ruf Amin. Ipang juga menjadi sosok di balik video-video kampanye kreatif Jokowi - Ma'ruf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.