Selasa, 18 Desember 2018

KPK Belum Periksa Teman Wanita Wawan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, memasuki Rutan KPK, Jakarta, 17 Maret 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, memasuki Rutan KPK, Jakarta, 17 Maret 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan belum memeriksa teman wanita yang menginap bersama Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Menurut KPK, sosok perempuan itu tidak terkait dengan pokok perkara suap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Wahid Husen.

    Baca: Jaksa KPK Sebut Wawan Menginap Bukan dengan Airin

    "Sejauh ini kami melihat belum terkait langsung dengan perkara, sehingga dalam proses penyidikan tidak dilakulan pemeriksaan terhadap orang tersebut," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jumat, 7 Desember 2018.

    Soal Wawan yang menginap di hotel bersama teman wanitanya terungkap dalam dakwaan KPK pada kasus suap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Wahid Husen. KPK mendakwa Wahid menerima suap dari tiga narapidana korupsi, salah satunya Wawan.

    Baca: Wawan Suap Kalapas untuk Menginap di Hotel Bersama Wanita Lain

    Menurut KPK, Wawan menyuap Wahid dengan total Rp 63 juta supaya mudah mendapat izin keluar lapas, salah satunya izin berobat. Namun KPK menyatakan Wawan menyalahgunakan izin tersebut. Bukannya berobat, Wawan malah menginap dengan teman perempuannya. Teman perempuan Wawan diduga berprofesi sebagai artis.

    KPK menyatakan belum perlu memeriksa teman wanita Wawan karena telah memiliki bukti elektronik tentang penyalahgunaan izin berobat yang dilakukan Wawan. Bukti tersebut telah bisa membuktikan bahwa Wawan telah menyalahgunakan izin berobat untuk kepentingan lain. "Nanti akan dibuka di persidangan," kata Febri.

    Baca: Soal Wawan ke Hotel dengan Perempuan, Pengacara: Mana Datanya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.