Kisah Suap Kalapas Sukamiskin dari Eks Bupati Bangkalan Fuad Amin

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron menjalani sidang pembacaan amar putusan terhadap dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 19 Oktober 2015. Fuad Amin Imron dijatuhi hukuman selama Delapan Tahun penjara dengan denda Satu miliar subsider Enam bulan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Terdakwa mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron menjalani sidang pembacaan amar putusan terhadap dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 19 Oktober 2015. Fuad Amin Imron dijatuhi hukuman selama Delapan Tahun penjara dengan denda Satu miliar subsider Enam bulan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Kalapas Sukamiskin Wahid Husen didakwa menerima suap dari narapidana korupsi Fuad Amin Imron seluruhnya Rp 71 juta. Selain uang, Wahid juga mendapat fasilitas peminjaman mobil Toyota Innova serta dibayari menginap di Hotel Ciputra Surabaya selama 2 malam.

    Baca: Izin Berobat, Wawan Menginap Bersama Teman Wanitadi Hotel

    Fuad Amin Imron adalah narapidana Lapas Sukamiskin, Bandung, sejak akhir 2016. Mantan Bupati Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini menjalani hukuman penjara selama 13 tahun kasus korupsi dan pencucian uang.

    "Pada Maret-Mei 2018, terdakwa Wahid Husen selaku Kalapas Sukamiskin telah memberikan kemudahan dalam hal izin keluar dari lapas untuk Fuad Amin selama beberapa kali," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Trimulyono Hendradi di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu, 5 Desember 2018.

    Izin pada 21 Maret 2018 tersebut dengan alasan berobat ke RS Dustira, Cimahi. Padahal Wahid tahu bahwa izin itu disalahgunakan Fuad Amin untuk menginap di rumahnya. Modusnya, Fuad Amin keluar dengan naik ambulans yang dibawa staf keperawatan lapas Sukamiskin bernama Ficky Fikri.

    Mobil ambulnas tidak menuju RS Dustira, melainkan ke parkiran Rumah Sakit Hermina Bandung. Dari tempat ini Fuad Amin pindah ke mobil Toyota Avanza warna silver yang sudah menunggunya. Fuad Amin pun bermalam di rumahnya di Jalan H. Juanda Nomor 175 Dago, Bandung.

    Tersangka kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. Wahid Husein menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pasca operasi tangkap tangan terkait suap atas pemberian fasilitas dan perizinan di Lapas Sukamiskin. ANTARA FOTO/ Reno Esnir

    Wahid juga memberikan kemudahan izin keluar lapas dalam bentuk Izin Luar Biasa (ILB) pada 30 April 2018 kepada Fuad Amin untuk menjenguk orang tua yang sedang sakit. Alamatnya di Jalan Raya Kupang Jaya No. 4, Surabaya. Namun Fuad Amin baru kembali ke lapas pada 4 Mei 2018, padahal seharusnya kembali pada 2 Mei 2018 dan hal itu dibiarkan saja oleh Wahid.

    Fuad Amin lalu memberikan sejumlah uang melalui rekening bank BCA atas nama Mochamad Doni Drajat, keponakan staf umum merangkap sopir Kalapas Sukamiskin, Hendry Saputra.

    Uang yang diberikan yaitu pada 31 Maret 2018 sebesar Rp 10 juta yang dipergunakan untuk uang saku kegiatan dinas Wahid ke Jakarta. Pada 7 April 2018 sebesar Rp 5 juta untuk operasional Wahid menjamu tamu. Pada 13 April 2018 sebesar Rp 20 juta yang dipergunakan oleh Wahid beserta keluarganya menghadiri undangan di Surabaya.

    Dapat Hadiah Mitsubishi Triton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.