Protes Keras ke Dubes Arab Saudi, PBNU: Kami Merasa Dihina

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara Solidaritas Lintas Agama untuk Kemanusiaan di Kantor PBNU, Jakarta, 15 Desember 2017. Di kesempatan itu, tokoh lintas agama membaca secara bergantian butir-butir sikap solidaritas yang telah disepakati. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara Solidaritas Lintas Agama untuk Kemanusiaan di Kantor PBNU, Jakarta, 15 Desember 2017. Di kesempatan itu, tokoh lintas agama membaca secara bergantian butir-butir sikap solidaritas yang telah disepakati. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU memprotes keras cuitan Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia, Osamah Muhammad Al-Suaibi. Mereka merasa terhina.

    Baca juga: PBNU Sebut Anggota Banser Jadi Korban Infiltrasi dan Provokasi

    "Kami betul-betul merasa dihina oleh pernyataan Osamah Muhammad Al-Suaibi yang menganggap bahwa kemarin reuni 212 itu, yang dihadiri jutaan umat, merupakan reaksi dari pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oleh organisasi sesat dan menyimpang," kata Ketua PBNU Said Aqil Siradj, di Kantor PBNU, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

    Said menuturkan, reuni 212 merupakan ajang silaturahmi umat Islam. Osamah, kata dia, telah menyebarkan fitnah lantaran aksi itu pada kenyataannya terjadi bukan karena reaksi dari pembakaran bendera Tauhid.

    Menurut Said, urusan bendera Tauhid sudah selesai. Para ulama, kepolisian, hingga TNI dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla sepakat menyelesaikan kasus tersebut. Pelaku telah diproses hukum. GP Ansor juga memberi sanksi kepada pelaku dan telah meminta maaf. PBNU pun turut menyesalkan kejadian tersebut.

    Osamah, kata Said, telah mencampuri urusan politik Indonesia. Setelah semua upaya menyelesaikan masalah bendera, pernyataan Osamah dapat memancing situasi yang tidak tepat. "Ini memancing kembali reaksi publik yang selama ini sudah berdamai," ujarnya.

    PBNU juga merasa dihina lantaran Osamah menyebut pembakar bendera Tauhid merupakan organisasi sesat. Osamah tak menyebut gamblang organisasi itu adalah GP Ansor. Namun menurut Said, fakta tentang pelaku pembakar bendera sudah diketahui publik.

    Baca juga: GP Ansor Minta Maaf atas Kegaduhan Pembakaran Bendera di Garut

    Osamah sebelumnya menulis melalui akun Twitternya. Dia menyatakan aksi 212 yang berlangsung Ahad, 2 Desember 2018 terjadi lantaran dipicu pembakaran bendera Tauhid oleh organisasi yang sesat.

    "Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang atau pihak organisasi sesat, menyimpang, kurang lebih sebulan yang lalu," begitu sepenggal isi cuitan Osamah lewat akun @Os_alshuibi yang diterjemahkan Said Aqil di hadapan wartawan.

    Namun saat Tempo memeriksa akun Twitter milik Osama, cuitan tersebut sudah tak ada lagi. Dalam akun Twitter tersebut, Osama tampak mengunggah beberapa foto tentang acara Reuni Akbar 212 di Monas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.