PSI Tantang Kubu Prabowo Laporkan Bahar bin Smith ke Polisi

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie (tengah) bersama Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni, dan Ketua DPP PSI Tsamara Amani seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 1 Maret 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menilai ucapan Muhammad Bahar bin Smith tidak menggambarkan nilai-nilai keislaman. Menurut dia, bicara kasar menghujat dan marah-marah bukan merupakan tradisi Islam.

Baca juga: Moeldoko Dukung Pelaporan Habib Bahar Bin Smith ke Polisi

"Di Al-quran disebut kalau kita bermuka masam dan marah-marah mereka malah kabur dari agama," kata Juli di Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

Selain itu, Juli menilai ceramah Habib Bahar bin Smith juga berbahaya sebab kerap menyinggung isu pribumi dan nonpribumi. Dia mengatakan isi ceramah Bahar kerap mengeksploitasi isu-isu tersebut. " Itu berbahaya sekali."

Juli berharap kubu pasangan Prabowo - Sandi juga punya penilaian yang sama. Dia berharap pihak Prabowo juga berani melaporkan Bahar bin Smith ke polisi. Dia mengatakan ini bukan soal Bahar adalah pendukung Prabowo atau bukan. Tapi menurut dia omongan Bahar berbahaya untuk demokrasi. "Kecuali kalau memang mereka menyetujui cara kampanye sepeti itu," kata dia.

Sebelumnya, Muhammad Bahar bin Smith dilaporkan sejumlah kelompok yang menamakan diri "Jokowi Mania DKI Jakarta" ke Polda Metro Jaya. Menurut mereka, Bahar telah melecehkan simbol negara di luar batas kewajaran seorang penceramah atau dai.

"Bagaimana pun juga kita memang bebas berpendapat, tapi bukan bebas menghina," kata Rahmat, Ketua DPD Jokowi Mania DKI Jakarta di Polda Metro Jaya, Rabu 28 November 2018.

Dalam pelaporannya, Rahmat menyertakan sebuah video ceramah Bahar bin Smith berdurasi 60 detik sebagai alat bukti. Dalam video tersebut, pada detik ke-7 hingga 15, Bahar mengucapkan kata-kata sebagai berikut: "Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu."

Baca juga: Polisi Tangani Pelaporan Habib Bahar bin Smith 'Jokowi Kayaknya Banci'

Menurut Rahmat, menghina presiden dengan mengatakan banci atau haid adalah ucapan yang kurang logis dari seorang dai seperti Bahar bin Smith. "Kami dari relawan Jokowi Mania, kami satukan tekad, kami beranikan diri, kami fight untuk melaporkan Habib Bahar bin Smith," ujar dia.

Video Bahar bin Smith yang dijadikan alat bukti tersebut direkam pada 17 November 2018 dalam acara peringatan Maulid Nabi di Darussalam Satu, Batuceper, Tangerang. Dalam laporannya, Rahmat menuntut Bahar dengan pasal penghinaan simbol negara dan ujaran kebencian.

Sugito enggan berkomentar banyak terkait pelaporan Bahar bin Smith soal ceramah dai itu yang menyinggung Jokowi. Menurut dia, pelaporan seperti itu adalah sesuatu yang wajar karena merupakan hak pelapor sebagai warga negara. "Tapi untuk ceramahnya dalam potongan video itu tentu kami akan konfirmasi ke beliau sendiri juga," katanya.






PSI Berharap TIM Pasca Revitalisasi Terbuka Untuk Semua Kalangan Seniman

2 hari lalu

PSI Berharap TIM Pasca Revitalisasi Terbuka Untuk Semua Kalangan Seniman

PSI berharap TIM setelah direvitalisasi bisa dinikmati oleh semua kalangan Seniman. Tetap ada kurasi.


Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

3 hari lalu

Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta menambah titik kamera CCTV.


Anggaran BSSN Naik 70 Miliar, PSI: Harus Transparan soal Rencana Kerja Keamanan Siber

3 hari lalu

Anggaran BSSN Naik 70 Miliar, PSI: Harus Transparan soal Rencana Kerja Keamanan Siber

Anggaran Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN mengalami kenaikan Rp 70 miliar di tengah maraknya peretasan. PSI berharap penggunaannya tepat sasaran


Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

4 hari lalu

Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

NSN melansir hasil surveinya yang menempatkan PDIP dan PSI menduduki peringkat teratas elektabilitas di DKI Jakarta.


Anies Baswedan Pantang Mundur, Tetap Bangun Sumur Resapan Meski Dikecam Kiri-kanan

7 hari lalu

Anies Baswedan Pantang Mundur, Tetap Bangun Sumur Resapan Meski Dikecam Kiri-kanan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pembangunan sumur resapan itu merupakan salah satu dari proses revitalisasi Pasar Induk Beras Cipinang.


PSI Kritik Pengadaan Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar oleh Pemkot Kota Bekasi

7 hari lalu

PSI Kritik Pengadaan Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar oleh Pemkot Kota Bekasi

PSI Bekasi bandingkan anggaran pengadaan karangan bunga Kota Bekasi yang lebih besar daripada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor.


Anies Baswedan Siap Jadi Capres 2024, PSI DKI: Harus Dinilai Secara Adil dan Objektif

11 hari lalu

Anies Baswedan Siap Jadi Capres 2024, PSI DKI: Harus Dinilai Secara Adil dan Objektif

Ketua DPW PSI DKI Michael Victor Sianipar mengatakan figur Anies Baswedan harus dinilai secara objektif tanpa sentimen dan emosional.


Anies Klaim Tak Ada yang Kontra pada Rumah DP Nol Rupiah: Rame Aja di Medsos

21 hari lalu

Anies Klaim Tak Ada yang Kontra pada Rumah DP Nol Rupiah: Rame Aja di Medsos

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim tidak ada pihak yang kontra terhadap program Rumah DP Nol Rupiah


PSI Minta Draf RUU Perlindungan Data Pribadi Dibuka ke Publik

21 hari lalu

PSI Minta Draf RUU Perlindungan Data Pribadi Dibuka ke Publik

PSI mendesak pemerintah segera membuka draf akhir RUU Perlindungan Data Pribadi ke publik.


PSI Desak Pimpinan DPRD Segera Jaring Nama Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

22 hari lalu

PSI Desak Pimpinan DPRD Segera Jaring Nama Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

PSI mendesak pimpinan DPRD DKI segera menentukan mekanisme penjaringan nama Pj Gubernur DKI pengganti Anies Baswedan. Diusulkan ke Mendagri.