Dosen Filsafat UI Sarankan Alumni 212 Membentuk Partai Politik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Reuni Akbar 212 tahun 2018 Novel Bamukmin dalam acara Seminar Nasional bertajuk Reuni Akbar Alumni 212 di Hotel Whiz Hotel, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Juru Bicara Reuni Akbar 212 tahun 2018 Novel Bamukmin dalam acara Seminar Nasional bertajuk Reuni Akbar Alumni 212 di Hotel Whiz Hotel, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Dosen filsafat Universitas Indonesia Donny Gahral Adian menyarankan alumni 212 membentuk partai politik. Menurut Adian, jika alumni 212 menjadi partai politik, tidak perlu lagi ada demonstrasi, melainkan adu argumentasi di ruang-ruang politik.

    Baca: Reuni Akbar 212, Ada Ceramah Rizieq Shihab dan Nissa Sabyan

    "Tak perlu lagi ada demonstrasi di jalanan. Demonstrasi yang menguras energi dan logistik, lebih baik ditabung untuk membangun partai politik," ujar Donny dalam sebuah acara Seminar Nasional bertajuk Reuni Akbar Alumni 212 di Hotel Whiz Hotel, Jakarta pada Jumat, 16 November 2018.

    Menurut Donny, dengan menjadi partai politik, alumni 212 tidak hanya menjadi kontributor elektoral bagi partai tertentu saja, yang kemudian bisa ditinggalkan. "Perjuangannya mungkin akan sama, tapi akan lebih elegan," ujar Donny.

    Baca: Perbincangan Slamet Maarif dan Rizieq Shihab Pasca-Penangkapan

    Menanggapi hal tersebut, juru bicara Reuni Akbar 212 tahun 2018 Novel Bamukmin mengatakan, alumni 212 tidak akan menjadi partai politik. "Kami tidak akan bikin partai politik. Kami masih percaya partai yang akan menyampaikan aspirasi kami," ujar Novel Bamukmin di Hotel Whiz, Jakarta pada Jumat, 16 November 2018.

    Novel mengatakan, ke depan, alumni 212 akan menjadi wadah silaturahmi akbar yang akan digelar secara tahunan. "Kami tidak akan membawa agenda politik, ketepatan saja digelar di tahun politik," ujar Novel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.