Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim, PSI: Tidak Masuk Akal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PSI Grace Natalie (kanan) didampingi Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni (kiri) pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta, 15 Desember 2017.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketum PSI Grace Natalie (kanan) didampingi Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni (kiri) pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta, 15 Desember 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyebut laporan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) atas Ketua Umum PSI Grace Natalie ke Badan Reserse Kriminal Polri atas kasus dugaan penistaan agama, tidak masuk akal.

    Baca: Soal Perda Syariah, Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Polri

    "Siapapun berhak melaporkan selama masih dalam koridor hukum. Tapi buat saya, pelaporan tersebut tidak masuk akal. Pidato ketum PSI ini kan terkait komitmen sebagai partai anti korupsi dan intoleransi," kata Raja Juli Antoni saat dihubungi Tempo pada Jumat, 16 November 2018.

    PPMI melaporkan Grace Natalie atas dugaan penistaan agama terkait pernyataannya yang menyatakan bahwa PSI tidak akan pernah mendukung peraturan daerah (perda) yang berlandaskan agama, seperti Perda Syariah dan Perda Injil.

    Baca: Grace Natalie Diserang Hoax Dua Kali, Begini Reaksi Sekjen PSI

    Pernyataan Grace tersebut dinilai menista agama karena bertentangan dengan sejumlah ayat yang tertuang di dalam kitab suci Al Quran, antara lain surat An Nisa ayat 135, surat Al Maidah ayat 8 dan surat Al Kafirun.

    Menurut Raja Juli, pernyataan tersebut bukan menistakan agama. Melainkan komitmen sebagai partai anti korupsi dan anti intoleransi. "Tidak mungkin PSI melakukan penistaan agama, karena kader kami banyak dari Santri maupun Muhammadiyah," ujarnya.

    Baca: Foto Syur Palsu Grace Natalie, PSI Lapor ke Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.