Lima Kesaksian Terdakwa PLTU Riau-1: Beberkan Peran Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan suap proyek pengadaan PLTU Riau Johanes Budusutrisno Kotjo saat sidang Perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis 4 Oktober 2018, TEMPO'TAUFIQ SIDDIQ

    Terdakwa kasus dugaan suap proyek pengadaan PLTU Riau Johanes Budusutrisno Kotjo saat sidang Perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis 4 Oktober 2018, TEMPO'TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Johannes Budisutrisno Kotjo memberikan sejumlah kesaksian soal peran mantan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih dalam kasus korupsi PLTU Riau-1. Kamis, 15 November 2018 kemarin, Kotjo menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 15 November 2018. Berikut adalah sejumlah kesaksian Kotjo dalam sidang yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut:

    Baca: Curhat Johannes Kotjo yang Gusar Tanggapi Kesaksian Setya Novanto

    1. Setya Novanto kenalkan Eni Saragih

    Kotjo mengatakan mengenal Eni Saragih dari Setya Novanto. Setya mengenalkan Eni pada 2016. Setelah itu, Eni memfasilitasi Kotjo bertemu Direktur Utama PLN Sofyan Basir membahas proyek PLTU Riau-1. Setya dalam sidang sebelumnya membenarkan mengenalkan Kotjo kepada Eni. Begitupun Eni mengaku kenal Kotjo dari Setya.

    2. Setya meminta Kotjo berikan fee ke Eni

    Kotjo dalam berita acara pemeriksaan mengatakan diminta Setya Novento memberikan fee kepada Eni bila proyek PLTU Riau-1 berhasil. Kotjo membenarkan keterangan itu, namun mengatakan belum ada nominal pasti yang akan diberikan ke Eni.

    Sementara Setya membantah meminta hal itu ke Kotjo. Mantan Ketua Umum Golkar itu mengatakan tidak tahu ada suap dalam proyek PLTU Riau-1.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.