KPK Mendakwa Konglomerat Samin Tan Beri Suap Eni Saragih Rp 5 Miliar

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik PT. Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan, resmi memakai rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Selasa, 6 April 2021. Penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap tersangka Samin Tan, setelah dinyatakan buronan (Daftar Pencarian Orang) KPK sejak Mei 2020 dalam pengembangan perkara tindak pidana korupsi kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    Pemilik PT. Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan, resmi memakai rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Selasa, 6 April 2021. Penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap tersangka Samin Tan, setelah dinyatakan buronan (Daftar Pencarian Orang) KPK sejak Mei 2020 dalam pengembangan perkara tindak pidana korupsi kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk  Samin Tan menyuap Eni Maulani Saragih Rp 5 miliar. Suap diberikan agar Eni selaku Wakil Ketua Komisi Energi DPR itu membantu menyelesaikan masalah pemutusan kontrak tambang perusahaannya.

    "Yaitu memberi uang sejumlah Rp 5 miliar kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu kepada Eni Maulani Saragih," ujar jaksa KPK Ronald Worotikan membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 21 Juni 2021.

    Ronald menuturkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memutus kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara PT Asmin Koalindo Tuhup di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, seluas 40 ribu hektare pada 2017. Akibatnya, anak usaha PT BLEM itu tak bisa menambang dan menjual barang tambangnya.

    PT AKT sempat mengajukan gugatan ke pengadilan terhadap pemutusan kontrak tersebut. Namun, kalah di tingkat banding dan kasasi. Samin lantas menemui politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng meminta bantuan. Mekeng disebut memfasilitasi pertemuan antara Samin Tan dengan  Eni Saragih.

    Jaksa menyebut setelah pertemuan itu, Eni membantu Samin berkomunikasi dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Eni disebut juga berkomunikasi dengan Jonan agar pemutusan kontrak PT AKT dicabut. Atas bantuan Eni itulah, Samin melalui perantara menyerahkan duit Rp 5 miliar kepada Eni Saragih.

    Adapun Eni Saragih lebih dulu divonis 6 tahun penjara karena terbukti menerima suap dari pengurusan proyek PLTU Riau-1. Selain itu, Eni juga diputus bersalah menerima gratifikasi dari beberapa pengusaha, termasuk Samin Tan. Samin Tan ditetapkan menjadi tersangka dari pengembangan penanganan kasus PLTU Riau-1 tersebut.

    Baca Juga: Samin Tan Resmi Pisah Dengan Bakrie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.