LSI Denny JA: 50 Persen Pemilih Dengarkan Imbauan Ulama

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi logistik pemilu. dok.TEMPO

    Ilustrasi logistik pemilu. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA, dalam rilis sigi terbaru mereka, menyatakan ulama dan tokoh agama merupakan sosok masyarakat paling berpengaruh bagi pemilih. Peneliti LSI, Ikrama M, mengatakan 51,7 persen pemilih Indonesia lebih mendengarkan imbauan agamawan ketimbang tokoh lain, seperti politikus dan akademikus.

    Baca: LSI Denny JA: Kabar Caleg di Pemilu 2019 Kalah Dibanding Capres

    "Dari pertanyaan profesi mana yang paling dipilih didengar imbauannya, masyarakat menjawab mayoritas memilih tokoh agama," kata Ikrama dalam konferensi pers bertajuk Ulama dan Efek Elektoralnya yang digelar di gedung LSI, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu, 14 Oktober 2018.

    Tokoh agama, khususnya ulama, dianggap sebagai endorser. Adapun ulama lebih menonjol ketimbang tokoh agama lain seperti pendeta, pastor, dan biksu karena 80 persen pemilih Indonesia merupakan pemilih muslim.

    Ikrama berujar, kuatnya sosok ulama bersebab masyarakat tak hanya memandangnya sebagai profesi. Mereka juga menganggap ulama sebagai identitas yang bisa menjadi patron atau contoh. Ujaran ulama pun kerap diamalkan dan menjadi acuan untuk perilaku sehari-hari.

    Baca: Survei: Efek Bakpao Setya Novanto Rugikan Golkar di Pemilu 2019

    Tokoh ulama menonjol dipilih oleh sejumlah masyarakat dari berbagai lapisan. Dari segmen pendidikan misalnya, lebih dari 50 persen masyarakat dengan jenjang lulus SD, SMP, dan kuliah memilih ulama sebagai panutannya. Hanya masyarakat bertingkat pendidikan SMA-lah yang persentase pemilihannya terhadap ulama menunjukkan angka tak sampai 50 persen. Namun, selisihnya tipis, yakni sekitar 43,2 persen.

    Adapun tokoh lain yang berprofesi di luar ulama, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap imbauan mereka kurang dari 15 persen. Elektoral yang percaya dengan politikus hanya tercatat 11 persen. Selanjutnya, pengamat 4,5 persen; pengusaha 3,5 persen; akademikus 1,8 persen. Lantas, aktivis LSM 1,7 persen dan artis ternama 1,1 persen.

    LSI mencatat, lima ulama paling terkenal ialah Ustad Abdul Somad, Ustad Arifin Ilham, Ustad Yusuf Mansur, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dan Rizieq Shihab. Dari lima nama itu, Ustad Abdul Somad paling banyak diikuti imbauannya. Sebanyak 30,2 persen pemilih mendengarkan imbauan Abdul Somad. Sedangkan imbauan Rizieq paling tidak diikuti oleh elektoral. Hanya 17 persen masyarakat yang menuruti imbauan pentolan Front Pembela Islam tersebut.

    Survei ini dilakukan pada 10-19 Oktober 2018. Peneliti melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak di seluruh Indonesia. Metode survei tersebut menggunakan teknik wawancara tatap muka dan kuesioner. LSI mengklaim margin of error dari penelitian mereka 2,8 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.