Sabtu, 17 November 2018

Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional kepada Enam Tokoh

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat pemberian gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 8 November 2018. Salah satu di antaranya adalah kakek dari Anies Baswedan, Abdurrahman Baswedan. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat pemberian gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 8 November 2018. Salah satu di antaranya adalah kakek dari Anies Baswedan, Abdurrahman Baswedan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh yang dianggap berjasa bagi bangsa dan negara. Upacara penganugerahan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

    Jokowi memberikan penghargaan tersebut kepada para ahli waris masing-masing tokoh. Dia menyalami mereka satu per satu. "Selamat ya," kata dia. Penganugerahan itu diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 123 TK 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

    Baca: Enam Tokoh Bakal Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

    Salah satu tokoh itu adalah Abdurrahman Baswedan dari Yogyakarta. Ia merupakan kakek Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Pria keturunan keluarga Arab ini pernah mengajak para keturunan Arab di Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Abdurrahmah yang juga seorang jurnalis berhasil membaurkan kaum keturunan Arab, baik totok maupun muwalad, untuk membaur dengan golongan pribumi melalui narasinya.

    Abdurrahman juga pernah berkiprah di dunia diplomat. Ia terdaftar sebagai diplomat pertama Indonesia yang sukses mendapatkan pengakuan secara de facto dan de jure di Mesir

    Tokoh lainnya yang mendapat anugerah adalah Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah. Dia merupakan Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Komite itu yang mengawali lahirnya parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat.

    Baca: Usmar Ismail Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

    Sebelum menjabat sebagai penggawa KNIP, pria kelahiran Jawa Tengah 25 Februari 1904 itu adalah seorang perwira sukarela Pembela Tanah Air (PETA). Kasman menduduki posisi sebagai Daindancho.

    Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, Kasman dipercaya menjadi Jaksa Agung Indonesia hingga 1946. Dia pernah menjadi Menteri Muda Kehakiman pada era perang kemerdekaan. Kala itu, Kasman turut dalam operasi gerilya.

    Selain di bidang hukum, Kasman berkiprah di bidang politik. Ia pernah menjadi Ketua Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).

    Jokowi juga memberikan penghargaan kepada Depati Amir dari Bangka Belitung. Sejarawan Bangka-Belitung, Akhmad Elvian, dalam bukunya Riwayat Hidup dan Perjuangan Depati Amir, mencatat sosok patriot itu sebagai pembela rakyat Bangka. Buku itu mengisahkan, Amir pernah ditolak oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1830.

    Baca: Pahlawan Nasional Kasman Singodimedjo Ikut Rumuskan Pembukaan UUD

    Dia bersama 30 orang pengikutnya juga dikisahkan berhasil menumpas para perompak yang mengganas di perairan Pulau Bangka dan telah memulihkan keamanan di tengah masyarakat.

    Tokoh lainnya adalah Kiai Syam'un dari Banten. Konon, dia merupakan keturunan K.H. Wasid yang pernah bergerilya menentang penjajah Belanda pada tahun 1800-an. Ia pernah bergabung dengan kelompok Pembela Tanah Air (PETA) bersama Kasman Singodimedjo dan bergerilya bersama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Ia memperoleh pangkat sebagai Brigadir Jenderal.

    Bagi masyarakat Banten, nama Syam'un harum sebagai Bupati Serang pasca-kemerdekan Indonesia. Ia bertugas sebagai abdi negara di kabupaten itu pada 1945-1949.

    Penghargaan gelar pahlawan juga diberikan kepada Agung Hajjah Andi Depu dari Sulawesi Barat. Aminiah Hamzah dkk, dalam bukunya berjudul Biografi Hajja Andi Depu Maradia Balanipa Mandar, menceritakan bahwa Depu merupakan srikandi Indonesia yang menjadi Arajang Balanipa pertama kali dalam kelaskaran KRIS MUDA Mandar. Kursi itu seharusnyadijabat para kaum lelaki.

    Perempuan kelahiran Agustus 1908 itu pernah menjadi ketua Operasi Gerakan Wanita Mandar. Operasi tersebut secara resmi dinamai Fujingkai.

    Jokowi juga memberikan penghargaan gelar pahlawan kepada Pangeran Mohammad Noor dari Kalimantan Selatan. Dia dikenal sebagai pemimpin Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan pada 1945-1949. Ia bergerilya di bawah kepemimpinan Hassan Basry. Dia juga panitia persiapan kemerdekaan Indonesia atau PPKI pada masa kemerdekaan. Muhammad Noor pernah didapuk sebagai Menteri Pekerjaan Umum pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

    Acara penganugerahan gelar pahlawan nasional dihadiri juga oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu nampak hadir Menteri Sosial Agus Gumiwang, Kepala BKPM Thomas Lembong, Menteri Agama Lukman Syaiffudin, Menteri ESDM Archandra Tahar, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.