Kamis, 15 November 2018

Kata PA 212 Soal Beredarnya Gambar Serangan Balik Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan  terkait dugaan penyebaran kebencian soal mata uang rupiah berlogo palu-arit. TEMPO/Subekti

    Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyebaran kebencian soal mata uang rupiah berlogo palu-arit. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah gambar yang berisi kombinasi foto dan tulisan tentang dugaan skenario pemasangan bendera ISIS di kediaman Rizieq Shihab, Arab Saudi, beredar melalui pesan-pesan pendek pada Rabu malam, 6 November 2018. Gambar yang memuat tulisan dan foto pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu diberi judul Serangan Balik Habib Rizieq.

    Baca: Alumni 212 Menduga Bendera HTI di Rumah Rizieq Shihab Rekayasa

    Juru bicara Persatuan Alumni 212, Novel Bamukmin, mengakui, gambar itu berasal dari Laskar FPI. “Benar,” ujar Novel saat ditanya Tempo soal muasal gambar tersebut, Rabu, 6 November 2018. Menurut keterangan di gambar ini, FPI menyebut spanduk kelompok ekstremis yang terpasang di rumah Rizieq itu hasil fitnah yang digencarkan pihak tertentu.

    Dalam gambar tersebut ditulis bahwa Rizieq telah melaporkan dugaan penebar fitnah terhadap dirinya. Rizieq sebelumnya dimintai keterangan atas laporan warga setempat yang melihat bendera mirip ISIS terpajang di rumahnya. Rumah yang diduga ditinggali Rizieq itu berada di Mekkah.

    Seusai dimintai keterangan aparatur keamanan, ia lantas balik melaporkan balik kejadian itu. Musababnya, menurut dia, bukan dirinya yang memasang bendera tersebut.

    Baca: Rizieq Shihab Dilepas Pihak Keamanan Arab Saudi dengan Jaminan

    Rizieq bersama kafilnya, didampingi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, melaporkan tindak dugaan fitnah itu pada Rabu pagi. Dalam pelaporannya, Rizieq tak hanya mencurigai skenario pemasangan bendera ISIS. Ia juga meyebut ada pengambilan foto jarak jauh saat ia berhadapan dengan aparatur keamanan Arab Saudi.

    Kepolisian Arab Saudi, menurut keterangan FPI, langsung merespons laporan balik Rizieq. Polisi dengan aparatur keamanan Saudi menyambangi halaman parkir belakang rumah Rizieq sesaat setelah pelaporan Rizieq. "Hasil olah TKP akan dijadikan acuan untuk langsung menggeledah gedung yang diduga kuat tempat pengambilan foto jarak jauh tersebut,” tulis keterangan dalam gambar itu.

    Baca juga: Perjalanan Rizieq Shihan sejak Berangkat Umrah hingga Terbelit Bendera Hitam

    Rizieq melaporkan dugaan itu dengan basis Undang-undang Pencemaran Nama Baik dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman terhadap pelanggar undang-undang tersebut ialah bui 15 tahun dengan denda 2 juta real. Selain itu, bila terbukti benar, pelaku akan menerima sanksi Undang-undang Spoinase atau ancaman hukuman pancung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.