Jawa Barat Pererat Kerjasama dengan Wallonia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum menghadiri Courtesy Call Gubernur Namur Denis Mathen di Palais du Gouverneur di Namur, Wallonia Belgia, Senin, 6 November 2018.

    Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum menghadiri Courtesy Call Gubernur Namur Denis Mathen di Palais du Gouverneur di Namur, Wallonia Belgia, Senin, 6 November 2018.

    INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum menghadiri Courtesy Call dengan Gubernur Namur, Denis Mathen di Palais du Gouverneur di Namur, Wallonia, Belgia, Senin , 6 November 2018 waktu setempat. Denis mewakili Minister President of Wallonia yang berhalangan hadir.

    Denis menyampaikan ucapan  belasungkawa atas bencana alam yang  terjadi  Indonesia, juga kecelakan pesawat Lion Air. Selain itu, ia juga menyatakan apresiasinya bahwa kerja sama Provinsi Jawa Barat dan Wallonia Region yakni Misi Ekonomi yang mempertemukan para pengusaha Jawa Barat dan Wallonia di berbagai bidang.

    "Kami sangat bahagia bisa menerima Bapak Wakil Gubernur (Jawa Barat) beserta delegasi di Wallonia dan berharap misi ekonomi yang akan diselenggarakan sesuai harapan serta dapat terjalin kontrak kerja sama business to business antarpengusaha Wallonia dan Jawa Barat," ujarnya.

    Masyarakat Wallonia merupakan peminum kopi dan teh, di mana permintaan specialty coffee dan teh tiap tahunnya terus meningkat. Menurut Gubernur Namur,  di Provinsi Namur ada beberapa sekolah kepariwisataan yang unggul di bidang restoran, pelayanan dan travel. Ia berharap  terjadi pertukaran pengetahuan dan metode pembelajaran di bidang tersebut.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengharapkan dukungan penyelenggaraan sister geopark antara geopark yang ada di Wallonia yakni Famene Ardane untuk dapat mempertahankan status Unesco Global Geopark (UGG) Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.