Nyaman Naiki MRT Jakarta, Ini Permintaan Jokowi ke Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi Widodo (kiri) menaiki kereta <i>mass rapid transit</i> (MRT) Jakarta di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. Jokowi mencoba perjalanan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus sekaligus meninjau perkembangan pembangunan proyek MRT tahap I yang sudah mencapai 97,08 persen. ANTARA

    Presiden Jokowi Widodo (kiri) menaiki kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. Jokowi mencoba perjalanan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus sekaligus meninjau perkembangan pembangunan proyek MRT tahap I yang sudah mencapai 97,08 persen. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi segera memulai proyek MRT Jakarta fase II. Jokowi menyampaikan itu setelah menaiki kereta MRT dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia ke Lebak Bulus.

    Baca: Presiden Jokowi Jajal MRT dari Bundaran HI-Lebak Bulus

    "Kita harapkan nanti pada tahapan kedua antara HI sampai ke Ancol (Kampung Bandan) sudah akan dimulai awal tahun depan," kata Jokowi di Depo MRT Jakarta, Lebak Bulus, Selasa, 6 November 2018.

    Dalam perjalanan sepanjang 16 kilometer dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia ke Lebak Bulus, Jokowi mengaku nyaman menaiki kereta MRT. Ia menuturkan kereta MRT tidak bising saat berjalan dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

    Karena itu, ia pun meminta Anies dan Budi Karya untuk segera memulai pembangunan MRT Jakarta Fase II rute Bundaran HI-Kampung Bandan. Nantinya, rute tersebut akan berparalel dengan proyek MRT Jakarta koridor East-West rute Cikarang-Balaraja.

    Baca juga: Jokowi Ucapkan Alhamdulillah Yusril Mau Jadi Pengacaranya

    "Saya sampaikan ke Pak Gubernur dan Menteri Perhubungan, sudah saya minta dimulai. Tentu saja atas persetujuan DPRD DKI Jakarta," katanya.

    Menurut Jokowi, ke depannya MRT Jakarta harus terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, seperti kereta ringan (LRT), KA Bandara, TransJakarta, Kopaja, dan angkutan perkotaan. Integrasi moda transportasi massal, kata dia, bisa mengurangi kemacetan dan penggunaan mobil pribadi di kawasan Jabodetabek. "Dan dibarengi kebijakan electronic road pricing itu juga akan mengurang lagi (kemacetan)," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.