Selasa, 13 November 2018

Jokowi Ucapkan Alhamdulillah Yusril Mau Jadi Pengacaranya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi usai menaiki kereta MRT Jakarta, di Depo Lebak Bulus, Jakarta, 6 November 2018. Tempo / Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi usai menaiki kereta MRT Jakarta, di Depo Lebak Bulus, Jakarta, 6 November 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menyambut baik kesediaan pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, sebagai tim kuasa hukum Jokowi - Ma'ruf di pemilihan presiden 2019. "Bagus, alhamdulillah," kata Jokowi di Depo MRT Jakarta Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, 6 November 2018.

    Baca: Yusril Ihza Mahendra Jadi Kuasa Hukum Jokowi - Ma'ruf di Pilpres

    Jokowi mengatakan, ia dan Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Erick Thohir lah yang meminta agar Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf. Meski Yusril kerap menjadi kuasa hukum yang melawan pemerintah di persidangan, Jokowi menilai sosoknya profesional. "Beliau di mana-mana profesional," katanya.

    Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi kuasa hukum calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pemilu Presiden 2019. Yusril bersedia menjadi kuasa hukum berkat ajakan dari Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf yaitu Erick Tohir.

    Baca: Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi, Ini Respons PBB

    Dalam perjalanan selama ini, Yusril berada di mana saja, baik itu di kubu PDI Perjuangan ataupun membantu Prabowo Subianto, rival Jokowi di pilpres 2014. Yusril pun tercatat menjadi kuasa hukum dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang dibubarkan rezim Jokowi. Lewat Kementerian Hukum dan HAM, pemerintahan Jokowi membubarkan HTI menggunakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 alias Perpu Ormas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?