Tim DVI Kembali Identifikasi 7 Korban Lion Air, Ini Identitasnya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Hasil tes DNA korban Lion Air membutuhkan waktu sekitar 4-8 hari dari saat sampel diterima di laboratorium. REUTERS/Beawiharta

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Hasil tes DNA korban Lion Air membutuhkan waktu sekitar 4-8 hari dari saat sampel diterima di laboratorium. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification atau DVI Rumah Sakit Polri R. Said Soekanto hari ini berhasil mengidentifikasi tujuh jenazah lagi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

    "Berdasarkan hasil sidang rekonsiliasi, ada tujuh bagian tubuh yang dinyatakan teridentifikasi," kata Kepala Bidang DVI RS Polri R Said Soekanto Komisaris Besar Lisda Cancer pada Ahad, 4 November 2018.

    Baca: Alasan Basarnas Perpanjang Masa Evakuasi Lion Air JT 610

    Berikut adalah identitas ketujuh jenazah yang sudah diidentifikasi tim DVI RS Polri:

    1. Rohmanir Padi Sagala, 23 tahun, laki-laki. Beralamat di Pondok Bahar Permai, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Jenazah teridentifikasi melalui sidik jari dan medis

    2. Dodi Junaidi, 40 tahun, laki-laki. Beralamat Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Jenazah teridentifikasi melalui DNA

    3. Muhammad Nasir, 29 tahun, laki-laki. Beralamat di Cianjur, Jawa Barat. Jenazah teridentifikasi melalui DNA

    4. Janry Efriyanto Sianturi, 26 tahun, laki-laki. Beralamat di Mandalo Darat, Muaro Jambi, Jambi. Jenazah teridentifikasi melalui DNA dan medis

    5. Karimin, 68 tahun, laki-laki. Beralamat di Koba, Bangka Tengah, Bangka Belitung. Jenazah teridentifikasi melalui DNA

    6. Harwinoko, 54 tahun, laki-laki. Beralamat di Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Jenazah teridentifikasi melalui DNA

    7. Verian Utama, 31 tahun, laki-laki. Beralamat di Tanjung Duren, Petamburan, Jakarta Barat. Jenazah teridentifikasi melalui DNA.

    Dengan teridentifikasinya tujuh jenazah ini, maka total korban yang telah teridentifikasi sebanyak 14 jenazah. Hari ini, kata dia, jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga.

    Baca: 105 Kantong Jenazah Lion Air, Tim DVI: Tak Ada Gigi Ditemukan

    RS Polri sebelumnya sampai 3 November kemarin telah mengidentifikasi tujuh korban. Ketujuh jenazah itu atas nama Fauzan Azima, Wahyu Susilo, Endang Sri Bagus Nita, Chandra Kirana, Monni, Hizkia Jorry Saroinsong dan Jannatun Cintya Dewi.

    Sedangkan sampai hari ini, kata Lisda, RS Polri telah menerima 105 kantong jenazah. Semua bagian tubuh yang dibawa dalam kantong tersebut akan dilakukan pemeriksaan DNA.

    Menurut Lisda, tidak semua bagian tubuh yang terima bisa langsung diidentifikasi. Terkadang, kata dia, proses identifikasi harus menunggu bagian tubuh lain untuk mendapatkan informasi. "Kadang bagian tubuh yang pertama datang belum bisa diidentifikasi karena tim belum bisa mendapat informasi karena kondisi dari bagian tubuh tersebut," ujarnya.

    Baca: RS Polri Telah Terima Seluruh Data DNA Korban Lion Air JT 610


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.