105 Kantong Jenazah Lion Air, Tim DVI: Tak Ada Gigi Ditemukan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkal Pinang. TEMPO/Subekti.

    Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkal Pinang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim DVI Rumah Sakit Kepolisian R Said Soekanto telah menerima 105 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Dari 105 kantong tersebut, Tim DVI belum menemukan satu pun gigi korban.

    "Dari 105 kantong jenazah belum ada ditemukan bagian gigi dari korban," kata Kepala Bidang DVI RS Polri Said Soekanto, Komisaris Besar Lisda Cancer saat ditemui di kantornya, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018.

    Baca: Tim SAR Berhasil Angkat Roda dan Turbin Lion Air JT 610

    Padahal, kata Lisda, gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang akan mempermudah proses identifikasi korban. Hingga saat ini, kata dia, proses identifikasi kadang terkendala dengan kondisi bagian jasad korban yang sulit diidentifikasi.

    Menurut Lisda, selain gigi, proses identifikasi bisa dilakukan melalui pemeriksaan dari rambut, tulang atau sidik jari korban. Hingga Sabtu, 3 November, RS Polri telah mengidentifikasi tujuh korban kecelakaan.

    Ketujuh jenazah itu adalah Fauzan Azima, Wahyu Susilo, Endang Sri Bagus Nita, Chandra Kirana, Monni, Hizkia Jorry Saroinsong dan Jannatun Shintya Dewi

    Baca: Sepekan Lion Air JT 610 Jatuh: Black Box Ketemu - Relawan Gugur

    Lisda menyebutkan tidak semua bagian tubuh yang terima bisa langsung diidentifikasi. Terkadang, kata dia, proses identifikasi harus menunggu bagian tubuh lain untuk mendapatkan informasi. "Kadang bagian tubuh yang pertama datang belum bisa diidentifikasi karena tim belum bisa mendapat informasi karena kondisi dari bagian tubuh tersebut," ujarnya.

    Wakil Kepala RS Polri, Komisaris Besar Hariyono mengatakan pihaknya telah menerima seluruh data DNA korban kecelakaan. Totalnya ada 183 data DNA dari 189 korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. "Ada selisih angka karena ada korban yang berasal dari satu keluarga jadi data DNA nya disatukan," ujarnya.

    Hariyono menyebutkan dengan sudah terkumpulnya data ante mortem DNA korban, maka bisa mempercepat proses identifikasi.

    Baca: Sudah Ada Tujuh Korban Lion Air JT 610 Teridentifikasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.