RS Polri Telah Terima Seluruh Data DNA Korban Lion Air JT 610

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Hasil tes DNA korban Lion Air membutuhkan waktu sekitar 4-8 hari dari saat sampel diterima di laboratorium. REUTERS/Beawiharta

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Hasil tes DNA korban Lion Air membutuhkan waktu sekitar 4-8 hari dari saat sampel diterima di laboratorium. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Polri R Said Soekanto telah menerima seluruh data DNA milik korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 sebagai data ante mortem dalam proses identifikasi korban.

    "Untuk data ante mortem DNA dari seluruh keluarga korban sudah diterima," ujar Wakil Kepala RS Polri, Komisaris Besar Hariyono saat ditemui di kantornya, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018.

    Baca: Tujuh Jenazah Penumpang Lion Air JT 610 Sudah Diidentifikasi

    Hariyono mengatakan total data ante mortem DNA seluruhnya berjumlah 183 dari total 189 korban Lion Air. Pesawat tujuan Pangkalpinang tersebut membawa 181 penumpang, 2 pilot dan 6 kru kabin.

    Menurut Hariyono, selisih jumlah data DNA dengan jumlah penumpang karena ada korban yang berasal dari keluarga yang sama. "Jadi data DNA nya disamakan," ujarnya.

    Dengan sudah terkumpulnya data ante mortem DNA korban, kata Hariyono, proses identifikasi bisa dipercepat. Hingga Sabtu, 3 November kemarin, RS Polri telah mengidentifikasi tujuh korban.

    Baca: Identifikasi Korban Lion Air Terkendala Minimnya Data Tubuh

    Ketujuh jenazah itu adalah Fauzan Azima, Wahyu Susilo, Endang Sri Bagus Nita, Chandra Kirana, Monni, Hizkia Jorry Saroinsong dan Jannatun Shintya Dewi

    Kepala Bidang DVI RS Polri, Komisaris Besar Lisda Cancer menyebutkan hingga pagi ini, RS Polri telah menerima 105 kantong jenazah. Semua bagian tubuh yang dibawa dalam kantong tersebut akan dilakukan pemeriksaan DNA.

    Namun, menurut Lisda, tidak semua bagian tubuh yang terima bisa langsung diidentifikasi. Terkadang, kata dia, proses identifikasi harus menunggu bagian tubuh lain untuk mendapatkan informasi. "Kadang bagian tubuh yang pertama datang belum bisa diidentifikasi karena tim belum bisa mendapat informasi karena kondisi dari bagian tubuh tersebut," ujarnya.

    Baca: DVI Targetkan Identifikasi 24 Korban Lion Air JT 610 Hingga Besok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.