Selasa, 13 November 2018

Daftar Purnawirawan Jenderal TNI di Kubu Prabowo - Sandiaga

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto diapit Jenderal (Purn) TNI AD Widjojo Soejono (kiri) dan Ketua Badan Pemenangan Nasional Djoko Santoso (kanan) dalam acara deklarasi dukungan 300 jenderal purnawirawan terhadap Prabowo-Sandiaga di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 September 2018.TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Prabowo Subianto diapit Jenderal (Purn) TNI AD Widjojo Soejono (kiri) dan Ketua Badan Pemenangan Nasional Djoko Santoso (kanan) dalam acara deklarasi dukungan 300 jenderal purnawirawan terhadap Prabowo-Sandiaga di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 September 2018.TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menghadapi pemilihan presiden 2019 diperkuat oleh sederet purnawirawan jenderal TNI dari aneka matra. Para purnawirawan yang memiliki beragam latar belakang, dari Kepala Badan Intelijen Strategis sampai mantan menteri, bergabung di kubu Prabowo untuk melawan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin.

    Baca: Dua Tim Purnawirawan Kubu Jokowi Hadang Prabowo di Pilpres 2019

    Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, para purnawirawan jenderal ini memiliki pengalaman yang berguna untuk memenangkan Prabowo di pilpres 2019. Mereka nantinya akan banyak bergerak menggalang dukungan di daerah. "Istilahnya perang teritori," katanya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Ahad, 30 September 2018.

    Berikut beberapa purnawirawan jenderal di Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga.

    1. Laksamana TNI (purn) Tedjo Edhy Purdijanto (Wakil Ketua Dewan Penasihat)

    Tedjo Edhy adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di era awal pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Namun Tedjo terkena reshuffle kabinet hanya setelah sepuluh bulan menjabat menteri. Sebagai penggantinya, Jokowi menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan.

    Selama menjadi menteri, Tedjo dinilai beberapa kali melontarkan pernyataan yang blunder. Dalam polemik Komisi Pemberantasan Korupsi versus Kepolisian Republik Indonesia, misalnya, Tedjo menyebut bahwa dukungan dari rakyat untuk KPK tidak jelas.

    Baca: Prabowo Jarang Terlihat, PAN: Kerja Politik Ada yang Diam-diam

    Tedjo bergabung dengan Partai Berkarya yang didirikan oleh Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto pada 2016. Sebelumnya, dia bergabung dengan Partai NasDem. Tedjo semula menjabat posisi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya sebelum posisi itu akhirnya ditempati Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto yang hijrah dari Partai Golkar. Karena itu, kini Tedjo menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya.

    2. Letnan Jenderal TNI (purn) Yunus Yosfiah (Wakil Ketua Dewan Penasihat)

    Yunus Yosfiah adalah mantan Menteri Penerangan era Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Lulusan Akademi Militer Nasional angkatan 1965 ini sempat menjabat sebagai Menteri Penerangan, sebelum jabatan itu dihapuskan pada masa Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?