Jokowi Minta Penduduk di Kawasan Cincin Api Selalu Waspada

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengunjungi lokasi yang rusak akibat gempa dan likuifaksi di kawasan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Kunjungan tersebut untuk melihat penanganan pascagempa dan tsunami Palu dan Donggala terkait evakuasi, listrik, BBM, logistik, dan penanganan korban luka-luka. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengunjungi lokasi yang rusak akibat gempa dan likuifaksi di kawasan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Kunjungan tersebut untuk melihat penanganan pascagempa dan tsunami Palu dan Donggala terkait evakuasi, listrik, BBM, logistik, dan penanganan korban luka-luka. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan cincin api untuk selalu waspada akan bencana.

    "Apa yang perlu kita lihat dari peristiwa-peristiwa ini? Ya bahwa kita memang berada di dalam garis cincin api, lingkaran garis cincin api yang itu harus kkita terima," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Baca: Jokowi Bagikan Bantuan Pembangunan Rumah Rusak di NTB

    Jokowi pun mengingatkan, "Tetapi yang paling penting menurut saya jangan sampai kewaspadaan kita itu, kesiapan kita itu tidak ada," ujarnya.

    Sebagai negara yang berada pada lingkaran cincin api atau ring of fire, kata Jokowi, Indonesia memiliki sejarah ujian bencana yang tidak sedikit. Mulai dari gempa dan tsunami di Aceh, gempa di Padang, gempa di Yogyakarta, gempa di Nusa Tenggara Barat, hingga yang terakhir di Sulawesi Tengah, tepatnya di Palu dan Donggala.

    Jokowi pun menyampaikan agar tata ruang dan tata kota di titik-titik yang berada pada cincin api itu betul-betul diperhatikan. Menurut dia, jika sebuah lokasi sudah ditandai sebagai daerah rawan bencana, maka jangan memaksakan membangun di tempat tersebut. "Kalau tempatnya memang berada pada garis dan sudah ditandai lokasi-lokasi yang merah-merah ini segera harus dilakukan sesuatu," kata dia.

    Baca: 4 Instruksi Jokowi untuk Tangani Gempa Donggala dan Tsunami Palu

    Ia pun meminta agar tak ada yang membangun rumah semaunya. "Kalau bisa, dipindah. Kalau tidak bisa ya bangunannya itu harus tahan gempa. Bukan membangun rumah semaunya. Enggak bisa lagi," kata Jokowi.

    Tidak hanya dari segi tata kota, Jokowi juga memandang penting pelatihan agar masyarakat tanggap terhadap bencana. "Kalau gempa itu harus melakukan apa? Larinya kemana? Berlindungnya di mana? Caranya seperti apa?" ujarnya.

    Terkait rumah tahan gempa, pemerintah telah menganjurkan warga untuk membuat Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Jokowi sendiri memberikan kebebasan kepada warga untuk menggunakan sistem apa saja. "Untuk itu yang di sini tadi saya pastikan itu sistem RISHA. Kalau pakai kayu pun juga enggak apa-apa, tapi betul-betul konstruksi tahan gempa," kata dia.

    Baca: Kunjungi Korban Gempa Palu, Jokowi Minta Masyarakat Bersabar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.