Pemprov Sulteng akan Bangun Call Center untuk Korban Gempa Palu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang laki-laki memperlihatkan lukisan orang tua mereka di atas puing-puing rumah mereka yang hancur akibat diguncang gempa di Balaroa di Palu, Sulawesi Tengah, 7 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    Dua orang laki-laki memperlihatkan lukisan orang tua mereka di atas puing-puing rumah mereka yang hancur akibat diguncang gempa di Balaroa di Palu, Sulawesi Tengah, 7 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah masih terus memvalidasi data korban hilang akibat gempa, tsunami, dan likuifaksi sampai hari ke-19 pasca-gempa Palu dan Donggala terjadi. Menurut laporan Kepala Humas Pemprov Sulteng Haris Kariming, pemerintah setempat akan membentuk tim call center.

    Baca: Kampung Balaroa dalam Kenangan Warga Korban Gempa Palu

    "Masyarakat bisa melaporkan anggotanya yang sudah ketemu atau yang masih dinyatakan hilang ke call center," kata Haris dalam pesan pendeknya kepada Tempo, Rabu pagi, 17 Oktober 2018.

    Call center akan dibentuk di bawah koordinasi Dinas Penduduk dan Catatan Sipil atau Dukcapil. Selain di lingkup dinas, program call center juga akan di bentuk oleh Palang Merah Indonesia yang dikoordinasikan dengan pemerintah. Nomor call center dan tanggal pengoperasiannya akan diinformasikan lebih lanjut.

    Haris memaparkan, hingga Selasa petang, 16 Oktober 2018 pukul 20.59, Posko Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) mencatat masih ada 680 korban hilang. Sedangkan korban tertimbun terhitung 152 orang.

    Baca: Pengungsi Gempa Palu Butuh 18 ribu Tenda untuk 70 ribuan Orang

    Adapun korban meninggal berjumlah 2.102 jiwa. Petugas gabungan yang membersihkam puing-puing bangunan masih terus menemukan potongan mayat di daerah-daerah terdampak bencana.

    "Dari 2.102 orang itu, dua di antaranya ditemukan hari Selasa kemarin," ujarnya. Korban diidentifikasi seorang perempuan dewasa dan seorang anak. Jenazah telah diserahkan kepada anggota keluarga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.