Pengungsi Gempa Palu Butuh 18 ribu Tenda untuk 70 ribuan Orang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang laki-laki memperlihatkan lukisan orang tua mereka di atas puing-puing rumah mereka yang hancur akibat diguncang gempa di Balaroa di Palu, Sulawesi Tengah, 7 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    Dua orang laki-laki memperlihatkan lukisan orang tua mereka di atas puing-puing rumah mereka yang hancur akibat diguncang gempa di Balaroa di Palu, Sulawesi Tengah, 7 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Palu- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pengungsi gempa Palu membutuhkan 18 ribu tenda untuk sekitar 70 ribuan orang. Sedangkan tenda sekolah diperlukan 800 unit untuk tiga daerah yang terdampak gempa disertai tsunami dan likuifaksi.

    "Tidak semua pengungsi memakai tenda besar, tapi tenda keluarga,” kata Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, di konfirmasi, Rabu, 17 Oktober 2018.

    Baca: Pemerintah Segera Bangun 1.200 Barak untuk Korban Gempa Palu

    Bantuan tenda datang dari beberapa lembaga swadaya masyarakat, lembaga kemanusiaan, serta institusi terkait. Saat ini sudah terkumpul 5 ribu tenda dan Palang Merah Indonesia menyiapkan 1.300 tenda.

    “Ternyata, LSM juga punya kekuatan, tadi disampaikan ada tambahan tenda," ujar dia seusai bertemu dengan LSM di Pos Pendamping Nasional (Pospenas) Kantor Gubernur Sulteng.

    Baca: Baju Sumbangan Korban Tsunami Palu yang Terbuang

    Badan PBB Unicef mengirimkan tenda 200 unit untuk digunakan sebagai sekolah sementara. Sejumlah LSM menyiapkan tenda-tenda tidak hanya digunakan sebagai dapur umum juga dipakai sebagian untuk hunian korban gempa Palu.

    Jika masih kurang, BNPB akan mencarikan bantuan internasional. “Kalau masih kurang lagi kami siapkan dana."  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.