Eni Saragih: Setya Novanto Janjikan Uang dan Saham dari PLTU Riau

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, tersenyum setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018. Setya Novanto kembali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo terkait dengan kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    Terpidana mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, tersenyum setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018. Setya Novanto kembali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo terkait dengan kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih mengatakan eks Ketua DPR Setya Novanto menjanjikannya duit US$ 1,5 juta dan saham dari proyek PLTU Riau-1. Hal itu dia sampaikan saat bersaksi dalam sidang perkara suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa eks pemilik saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

    “Saya dipanggil lagi oleh Pak Novanto saat dia menjadi Ketua DPR, dia sampaikan ke saya nanti kamu dapat USD 1,5 juta dolar dan saham,” kata Eni saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Baca: Eni Saragih Serahkan Duit Suap PLTU Riau Rp 1,25 Miliar

    Eni mengatakan sebelum dijanjikan uang dan saham itu, awalnya Setya Novanto mengajaknya bertemu di ruang ketua Fraksi Partai Golkar di DPR pada 2015. Di ruangan itu, Setya meminta Eni untuk berkenalan dengan Kotjo. Setya juga meminta Eni untuk mengawal proyek-proyek yang digarap Kotjo di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Eni menyanggupi permintaan Setya.

    Setelah pertemuan pertama itu, Eni mengatakan Setya kembali memanggilnya ke ruangan Ketua DPR. Kala itu, Setya kembali didapuk menjadi pimpinan DPR setelah sempat lengser gara-gara skandal Papa Minta Saham.

    Menurut Eni, dalam pertemuan kedua itu, Setya berkata akan memberikannya uang US$ 1,5 juta dan saham dari PLTU Riau-1. “Saya diam saja, tanpa imbalan pun saya akan mengerjakan, saya ini kan petugas partai yang loyal dengan atasan,” kata dia.

    Baca: Jaksa Ungkap Kisah Eni Saragih Meminta Duit ke Johannes Kotjo

    Eni mengatakan tidak tahu sumber duit yang dijanjikan Setya Novanto. Eni mengatakan sempat mengkonfirmasi janji dari Setya itu kepada Kotjo. Kotjo, kata dia, hanya mengatakan jatah uang untuk Eni akan diambil dari jatah 2,5 persen miliknya dari proyek PLTU Riau-1. Namun untuk saham Kotjo mengatakan tidak bisa memberikan itu kepada Eni. “Pak Kotjo bilang enggak mungkin, karena (PLTU Riau-1) semua sudah rapih,” kata dia.

    Dalam perkara ini, KPK mendakwa Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemilik saham Blackgold Natural Resources Limited memberikan suap atau janji sebesar Rp 4,75 miliar kepada Eni Saragih dan eks Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham untuk mendapatkan proyek pengadaan PLTU Riau-1.

    KPK menangkap Eni dan Kotjo dalam operasi tangkap tangan yang digelar pada Jumat, 13 Juli 2018. Kotjo ditangkap di kantornya dengan barang bukti uang Rp 500 juta. Sementara Eni ditangkap di kediaman Idrus Marham. Belakangan KPK juga menetapkan Idrus sebagai tersangka ketiga dalam kasus ini karena diduga ikut menerima janji dari Kotjo.

    Baca: 5 Peran Setya Novanto dalam Kasus PLTU Riau-1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.