Jumat, 14 Desember 2018

Jelang Asian Para Games 2018, Jokowi: Selamat Bertanding

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyampaikan arahan saat upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2018 di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018. ANTARA

    Presiden Jokowi menyampaikan arahan saat upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2018 di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla akan membuka secara resmi Asian Para games 2018 malam ini, Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Baca: Penantian Panjang Sutopo Berjabat Tangan dengan Presiden Jokowi

    Melalui akun Instagramnya, Jokowi menyatakan dukungannya untuk para atlet yang akan bertanding. "Selamat bertanding," katanya.

    Gelaran Asian Para Games ini mempertandingkan 18 cabang olahraga dengan 8 cabang pertandingan. Jokowi menuturkan, beberapa cabang disesuaikan untuk penyandang disabilitas. Salah satunya boccia, khusus untuk atlet dengan keterbatasan kemampuan motorik. Ada pula goal ball oleh penyandang tunanetra.

    Sebanyak 3 ribu atlet dari 43 negara peserta akan berpartisipasi dalam perhelatan tersebut, termasuk atlet Indonesia. Indonesia menargetkan 16 medali emas dan masuk 8 besar negara peraih medali terbanyak. "Dukungan anda sangat mereka butuhkan," ujar Jokowi.

    Baca: Singgung Pemberantasan PKI, Ini Pidato Lengkap Jokowi di HUT TNI

    Asian Para Games 2018 mengangkat tema Inspiring Spirit And Energy of Asia. Ajang olahraga itu digelar selama 6-13 Oktober 2018.

    Asian Para Games pertama kali digelar di Guangzhou, China pada 2010. Empat tahun kemudian ajang tersebut digelar di Incheon, Korea Selatan. Indonesia kemudian menjadi tuan rumah ketiga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....