Senin, 22 Oktober 2018

Singgung Pemberantasan PKI, Ini Pidato Lengkap Jokowi di HUT TNI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merayakan peringatan HUT TNI ke-73 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merayakan peringatan HUT TNI ke-73 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan tugasnya adalah memberantas komunisme dan warisan Partai Komunis Indonesia (PKI) sampai lenyap dari Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan dalam amanatnya selaku inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia atau HUT TNI ke-73 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

    "Memberantas komunisme dan warisan PKI itu sudah tugasnya selaku panglima tertinggi TNI," kata Jokowi.

    Baca: Saat Jokowi Ajak TNI Berantas Komunisme dan Warisan PKI

    Selain itu, Jokowi meminta TNI terus meningkatkan profesionalisme. Sebab, kata dia, TNI milik semua golongan. Ia mengingatkan tantangan TNI ke depan makin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan sosial. Sejumlah hal itu harus segera diantisipasi.

    Berikut ini pidato lengkap Presiden dalam acara HUT TNI ke-73 pada Jumat, 5 Oktober 2018.

    Di hari yang berbahagia ini, dengan penuh bangga kita memperingati hari ulang tahun TNI yang ke-73. Dengan penuh bangga, kita menyaksikan peran besar TNI dalam sejarah kemerdekaan dan dalam jejak kebesaran Indonesia. Dengan penuh percaya diri, saya mengatakan bahwa TNI akan semakin disegani oleh negara-negara lain dan dengan penuh keyakinan saya mengatakan selalu terbukti bahwa TNI selalu yang pertama dan terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dalam membantu masyarakat dalam menghadapi bencana alam di Nusa Tenggara Barat, di Sulawesi Tengah, dan di tempat-tempat lain di negara kita, Indonesia.

    TNI telah mengerahkan personel dan alutsista guna membantu penanganan bencana. TNI bersama Polri selalu terdepan dalam melakukan penyelamatan dan evakuasi. TNI selalu memegang peran sentral dalam memberikan pelayanan kesehatan dan rekonstruksi. TNI dan Polri selalu yang tercepat dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terlanda bencana.

    Atas nama masyarakat yang terdampak, atas nama rakyat, bangsa, dan negara, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran TNI yang telah dengan cepat, dengan sigap, dengan tulus hati, membantu korban bencana. Darmabakti saudara-saudara sungguh membanggakan rakyat, membanggakan kita semua.

    Marilah kita berdoa semoga para korban bencana yang meninggal dunia memperoleh tempat paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan semoga korban yang luka segera diberikan kesembuhan, dan semoga kehidupan masyarakat bisa menjadi normal kembali, dan semoga cobaan berupa bencana alam ini semakin menguatkan dan mengokohkan masyarakat dalam kita meraih kemajuan. Amin.

    Para prajurit TNI yang saya banggakan, hadirin yang saya muliakan.

    Yang saudara-saudara lakukan dalam penanganan bencana dan berbagai bentuk lain bakti saudara kepada rakyat merupakan salah satu wujud profesionalisme TNI untuk rakyat yang dijadikan tema HUT TNI ke-73 tahun ini.

    Sebagai cerminan jati diri tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional, saya tidak pernah bosan untuk selalu mengingatkan pesan Jenderal Besar Soedirman tentang jati diri TNI bahwa politik tentara adalah politik negara dan loyalitas, tentara hanyalah loyalitas untuk kepentingan bangsa dan negara.

    Saya juga selalu menegaskan bahwa TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan yang tidak terkotak-otak oleh kepentingan politik yang sempit, yang selalu menjamin netralitas politik di era demokrasi sekarang ini, yang selalu menjamin keutuhan wilayah nasional dan membangun persatuan dan solidaritas antar-anak bangsa.

    TNI harus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan dasar dalam mewujudkan sistem pertahanan semesta. TNI harus semakin maju dan profesional, serta TNI bersinergi dengan seluruh komponen bangsa.

    Sumpah Prajurit yang saudara ikrarkan serta Sapta Marga yang saudara janjikan adalah pondasi moral yang kokoh bagi dedikasi saudara untuk bangsa dan negara. Itu adalah ikrar kesetiaan yang abadi kepada NKRI, kepada Pancasila, kepada Undang-Undang Dasar 1945, dan sekaligus ikrar sejati untuk membangun profesionalisme TNI untuk kebanggaan dan kejayaan negeri.

    Pondasi itulah yang harus dipegang teguh oleh institusi TNI dan oleh prajurit TNI, yang membuat Indonesia kokoh berdiri menghadapi gelombang zaman yang sering bergejolak, bergolak, yang memperkokoh Indonesia dalam menghadapi dan memenangi persaingan global.

    Para prajurit TNI yang saya cinta, yang saya banggakan, hadirin yang berbahagia.

    TNI menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi informasi, kecerdasan buatan, artificial intelligence, teknologi tanpa awak, teknologi nirawak, media sosial, dan berbagai perubahan sosial yang baru merupakan sebuah tantangan yang semakin nyata dan harus diantisipasi.

    Sampai kapanpun juga, kita harus waspada terhadap upaya dari luar yang merongrong NKRI, kita harus waspada terhadap rongrongan dari dalam yang mengganggu Pancasila sebagai dasar negara kita, dan juga kita harus waspada terhadap peperangan nyata di bidang budaya dan di bidang ekonomi di era perdagangan bebas dan perkembangan teknologi yang maha cepat sekarang ini.

    Tidak ada jalan lain bahwa kita harus bergegas memperkokoh pondasi pembangunan nasional kita. Pembangunan kita harus indonesiasentris, yang sejalan dengan doktrin pertahanan semesta. Kita harus menjaga stabilitas politik dan menjamin ketentraman masyarakat untuk memperkokoh pondasi pembangunan. Kita harus meningkatkan kewibawaan Indonesia di hadapan masyarakat internasional.

    Sekali lagi, tugas saudara-saudara adalah memegang teguh Sumpah Prajurit, menjadikan TNI semakin profesional yang mendukung demokrasi dan pembangunan nasional, serta memegang teguh prinsip politik negara sebagaimana diamanatkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman.

    Sedangkan sebagai panglima tertinggi atas Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat, tugas saya adalah bersama saudara-saudara menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Bersama-sama saudara-saudara melawan ideologi lain selain Pancasila, memberantas komunisme dan warisan PKI agar lenyap dari negeri Indonesia selamanya.

    Sebagai panglima tertinggi saya juga selalu memastikan agar TNI bisa membangun diri sesuai dengan rencana strategis yang telah dirumuskan. Memastikan TNI menjadi angkatan bersenjata modern yang mampu memainkan peran sentral dan disegani di kawasan dunia dan Asia, memastikan TNI semakin profesional menjadi alat pertahanan negara yang tangguh, dan memastikan agar ke depan prajurit dan keluarga TNI menjadi lebih sejahtera di mana pun saudara-saudara bertugas.

    Terima kasih atas komitmen dan dedikasi saudara-saudara menjadi patriot sejati. Pegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Tingkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat, terus berbakti untuk kejayaan Ibu Pertiwi.

    Kepada keluarga besar TNI, termasuk yang sedang bertugas di wilayah perbatasan, di pedalaman, di pulau-pulau terdepan, dan di misi perdamaian di luar negeri, saya mengucapkan selamat HUT TNI yang ke-73. Dirgahayu Tentara Indonesia, Tentara Nasional Indonesia.

    Baca: KontraS: Pernyataan Jokowi Soal PKI Sudah Tidak Relevan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.