Kubu Jokowi: Anggaran Pertemuan IMF - World Bank Dibahas di DPR

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta-Kubu tim kampanye calon presiden inkumben Joko Widodo (Jokowi) membalas kritik tim ekonomi kubu Prabowo Subianto soal anggaran pertemuan IMF - World Bank pada 8-14 Oktober di Bali. Kubu Prabowo kerap mengatakan bahwa anggaran Rp 830 miliar yang dikeluarkan pemerintah untuk menggelar pertemuan tersebut terlampau besar.

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Johnny G. Plate mengatakan anggaran itu sesungguhnya telah dibahas bersama dengan semua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat. "Termasuk fraksi oposisi. Dan anggaran itu kemudian diputuskan bersama-sama lewat UU APBN 2018. Lalu kenapa baru sekarang diprotes?" ujar Plate di Posko Cemara, Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Baca: Jubir Tim Prabowo Kritik Pertemuan IMF - World Bank

    Untuk itu, ujar Plate, kubu Prabowo tidak seharusnya memberikan informasi kepada publik bahwa anggaran tersebut hanya seolah-olah kemauan pemerintah sendiri. "Ini perlu diluruskan bahwa ada kesepakatan politik antara pemerintah dan DPR RI yang didalamya disetujui seluruh fraksi," ujar dia.

    Kritik paling keras datang dari Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang kini merapat ke kubu Prabowo Subianto. Menurut Rizal, untuk menggelar acara internasional seperti itu sudah cukup dengan anggaran 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 118 juta. “Biasanya 10 juta dolar sudah hebat dan mewah," ujar Rizal di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Jumat malam, 5 Oktober 2018.

    Simak: Rizal Ramli Sebut Biaya Pertemuan IMF - World Bank Terlalu Boros

    Menurut Rizal, untuk perhelatan internasional itu, tugas penyelenggara hanya menyediakan venue, makanan, dan fasilitas antar-jemput. "Pemerintah bisa kan menghemat. Misalkan minta Menteri Keuangan dan bank-bank supaya klien yang paling kaya pinjemin mobil dua minggu pasti kasih," katanya.

    Rizal bahkan yakin tidak ada pertemuan serupa IMF - World Bank yang digelar semewah pertemuan kali ini. "Kami pernah ikut, yang lain juga pernah ikut, biasa-biasa saja,” katanya. “Bahkan kalau makan paling disediain  minuman, potato chips, snack, kagak ada tuh makan-makan. Makan ya bayar sendiri."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.