BIN Bantah Intervensi Pemilihan Ketua Kwarnas Pramuka

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut Bulog Budi Waseso memaparkan visi-misinya sebagai calon ketua Kwarnas dalam Munas Pramuka di Kendari, 28 September 2018 [Dok: Humas Kwarnas]

    Dirut Bulog Budi Waseso memaparkan visi-misinya sebagai calon ketua Kwarnas dalam Munas Pramuka di Kendari, 28 September 2018 [Dok: Humas Kwarnas]

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto, menegaskan bahwa tidak ada intervensi lembaga telik sandi itu dalam pemilihan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Indonesia. Ia mengatakan tudingan tersebut adalah kabar yang tidak benar atau hoaks.

    Baca juga: Terpilih Menjadi Ketua, Budi Waseso: Pramuka Akan Jadi Agen Bulog

    "Tidak ada intervensi intelijen terhadap Ketua Kwartir Daerah (Kwarda). Jalannya pemilihan sangat fair, terbuka dan semua pihak dapat menyampaikan pendapat," ucap Wawan melalui keterangan tertulis, Selasa, 2 Oktober 2018. Ia juga mengatakan tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok di balik pemilihan Ketua Kwarnas yang digelar di Kendari pada pekan lalu itu.

    Wawan hanya mengatakan bahwa siapa pun yang terpilih harus mampu mengemban amanat dan dapat mendidik kader pandu Indonesia.

    "Tidak perlu mencari kambing hitam dalam sebuah proses pemilihan. Siapapun yang terpilih dalam voting harus ditegak-hormati. Hal ini menjadi pembelajaran demokrasi yang baik bagi adik-adik pandu Indonesia," kata Wawan.

    Sebelumnya, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka memilih Dirut Bulog, Komisaris Jenderal(Purn) Budi Waseso atau dikenal sebagai Buwas menjadi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023. Pemilihan berlangsung di Hotel Grand Clarion, Jalan Edy Sabara, Kendari, Sulawesi Tenggara pada 28 September 2018.

    Baca juga: Jokowi Minta Menko Darmin Ajak Buwas dan Enggar Duduk Bareng

    Ketua Panitia Munas Pramuka, Kodrat Pramudho kepada Tempo, menggambarkan tekanan oleh aparat keamanan terhadap pimpinan kwartir daerah untuk mendukung Budi Waseso, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

    Menurut Kodrat, selama Munas yang berlangsung pada 26-28 September, puluhan intel berpakaian Pramuka dan sipil berkeliaran di hotel berbintang empat itu. Ada yang menyamar sebagai peserta, peninjau, petugas hotel, bahkan sopir.

    “Mereka memaksa pimpinan kwartir daerah menandatangani dukungan untuk Budi Waseso,” ujar Kodrat Pramudho kepada Tempo di lokasi Munas, pada Jumat 28 September 2018 .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.