Emil: Salat Subuh Berjamaah Momen Kebangkitan Umat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Besar Nurul Huda Jalan Cagak Kabupaten Subang, Minggu, 30 September 2018.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Besar Nurul Huda Jalan Cagak Kabupaten Subang, Minggu, 30 September 2018.

    INFO JABAR - Untuk mewujudkan Jawa Barat yang "Juara Lahir Batin", sebagai pemimpin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan terus menggalakkan program salat subuh berjamaah.

    "Subuh momen kebangkitan umat. Artinya, yang dibangun di Jawa Barat tidak hanya administratif, infrastruktur saja, tapi juga mentalitas spiritualitasnya," kata Emil, sapaan akrabnya, usai melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Besar Nurul Huda Jalan Cagak Kabupaten Subang, Minggu, 30 September 2018.

    Emil berharap, gerakan ini  dapat mengakar hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, atau sampai ke tingkat desa dan digiatkan oleh para pemuda.

    "Subuh berjamaah harus jadi kebangkitan baru. Jangan hanya mengejar dunianya saja, tapi akhiratnya tidak dapat. Kalau kita ngejar akhirat dunia pasti ikut," ujarnya.

    Selain itu, Emil menekankan bahwa sebagai pemimpin, juga menjadi tugasnya memfasilitasi masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT. Maka, berbagai program berbasis keumatan pun telah dirancang Emil.

    Selain itu, ada juga program Maghrib Mengaji dan Zakat Online.

    Juga ada dakwah digital, menyiapkan pelatihan bahasa Inggris buat para ulama, serta mengupayakan Jawa Barat menjadi "Provinsi Halal".

    "Kekuasaan bisa meluaskan ibadah seseorang. Karena, dengan kekuasan kita bisa mengimbau dan menggerakkan umat atau masyarakat untuk beribadah. Kita ingin pemuda Jawa Barat yang kompetitif, dan kokoh imannya," kata Emil. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.