Satu Buronan Kasus Pembobolan Bank Rp 14 Triliun Menyerahkan Diri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Komisaris Besar Daniel Tahi Mona Sitorang bersama Karo Penas Humaa Mabes Polri, Brigadir Jendral Dedi Prasetyo, saat memperlihatkan barang bukti kasus pembobolan 14 bank di Bareskrim Polri, Senin 24 September 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Komisaris Besar Daniel Tahi Mona Sitorang bersama Karo Penas Humaa Mabes Polri, Brigadir Jendral Dedi Prasetyo, saat memperlihatkan barang bukti kasus pembobolan 14 bank di Bareskrim Polri, Senin 24 September 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu dari tiga orang tersangka yang menjadi buron dalam kasus pembobolan bank senilai Rp 14 triliun oleh PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) menyerahkan diri. Tersangka berinisial LC menyerahkan diri dengan datang langsung ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Kamis, 27 September 2018.

    Baca: Polri Ajukan Pencekalan 3 Tersangka Pembobol Bank Rp 14 Triliun

    "Hari ini LC sudah meyerahkan diri datang ke Bareskrim dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigadir Jenderal Rudy Heriyanto melalui pesan singkat, Kamis, 27 September 2018. LC adalah salah seorang yang berperan sebagai pemegang saham, membuat, dan merencanakan piutang fiktif yang jadi jaminan di 14 bank.

    Rudy mengatakan LC akan ditahan oleh Bareskrim. Dengan demikian, jumlah tersangka yang ditangkap oleh Bareskrim kini berjumlah enam orang. Dua orang tersangka lainnya masih buron. "LD anaknya LC, dan SL orang keuangan," kata Rudy.

    Tersangka lain yang sudah ditangkap yakni Direktur Utama PT SNP yakni DS, AP (Direktur Operasional), RA (Direktur Keuangan), CDS (Manager Akutansi) dan AS (Asisten Manager Keuangan).

    Baca: Pembobolan 14 Bank oleh SNP Finance, Ini Tanggapan Sri Mulyani

    Terungkapnya kasus pembobolan bank ini berawal dari laporan Bank Panin pada awal Agustus 2018 lalu. Dari penyelidikan polisi, PT SNP telah melakukan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen, penggelapan, penipuan dan tindak pidana pencucian uang. Modusnya dengan menambahi, menggandakan, dan menggunakan daftar piutang fiktif.

    Pemalsuan juga terjadi pada fasilitas kredit yang diajukan oleh PT SNP kepada kreditur bank lain sebanyak 14 bank yang terdiri dari bank BUMN dan bank swasta. Jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp 14 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.