M Taufik Soal Wagub DKI: Kenapa PKS Cemas Jika Yakin Kadernya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pembukaan Festival Jakarta Sehat 2018 di Monas, Jakarta Pusat pada Ahad, 9 September 2018. Tempo/Zara Amelia

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pembukaan Festival Jakarta Sehat 2018 di Monas, Jakarta Pusat pada Ahad, 9 September 2018. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik mengatakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak semestinya khawatir soal dirinya yang maju sebagai calon Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta.

    Toh, kata Taufik, pemilihan pengganti Sandiaga Uno itu bakal diputuskan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta.

    Baca : M Taufik Sambangi Rumah Prabowo Malam Ini, Bahas Wagub DKI?

    "Yang pilih DPRD, belum tentu menang juga kan saya, kenapa mesti khawatir," kata Taufik di depan rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Selasa malam, 25 September 2018.

    Taufik mengklaim, DPD Partai Gerindra DKI Jakarta sepakat mengajukan dirinya sebagai kandidat wakil gubernur. Di sisi lain, sejumlah pimpinan PKS mengklaim berhak atas kursi DKI 2 itu lantaran sudah merelakan posisi calon wakil presiden Prabowo untuk Sandiaga Uno.

    Presiden PKS Sohibul Iman misalnya, mengklaim Prabowo sudah berkomitmen memberikan kursi wakil gubernur untuk PKS. Ihwal berkukuhnya Taufik, Sohibul mengatakan partainya percaya Gerindra berpegang pada fatsun politik yang sudah disepakati bersama.

    Sohibul mengatakan PKS sudah mengajukan dua nama sebagai calon pengganti Sandiaga, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto.

    Kata Sohibul, partainya menunggu Gerindra membuat surat yang juga mengajukan dua nama tersebut untuk diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan DPRD DKI Jakarta.

    Menurut Taufik, PKS hanya berhak mengajukan satu nama, sedangkan satu nama lainnya menjadi jatah Gerindra. Sebab, kedua partai ini merupakan pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga di pilkada DKI 2017. Seumpama partai pengusung dan calonnya ada empat, kata Taufik, keempatnya pun harus berunding dulu untuk menentukan dua nama.

    Simak juga :
    Jadi Calon Wagub DKI? Sara Djojohadikusumo: Biar Ada Emak-Emak

    "Perintah undang-undangnya dua nama, diusung oleh partai pengusung. Kan partai pengusungnya ada dua," ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta ini.

    Taufik pun menambahkan, PKS tak perlu khawatir rapat paripurna Dewan bakal memilih dirinya yang lebih memiliki rekam jejak di pemerintah DKI. Menurut dia, Dewan akan memilih kandidat terbaik di rapat paripurna nanti.

    "Kenapa mesti khawatir kalau dia yakin dengan kadernya, kan DPRD akan milih yang terbaik," ujar Taufik soal ramainya calon Wagub DKI Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.