Gatot Nurmantyo Unggah Pemuda Ngawur Sebut Nama Pahlawan Revolusi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (tengah) memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (tengah) memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengunggah sebuah video sesi wawancara seleksi masuk TNI Angkatan Udara. Dalam video berdurasi 39 detik, terlihat cuplikan saat peserta wawancara diminta menyebutkan nama-nama Pahlawan Revolusi.

    Baca: Ditantang Gatot Nurmantyo Nobar Film G30SPKI, Ini Jawaban TNI AD

    "Salah satu bukti anak-anak sekarang tidak mengerti siapa saja yang pahlawan revolusi," tulis Gatot dalam akun Twitter pribadinya, Jumat malam, 21 September 2018.

    Pahlawan Revolusi adalah para perwira TNI Angkatan Darat yang menjadi korban pembunuhan G30S/PKI pada 1965. Namun dalam video tersebut, peserta wawancara menyebut sejumlah nama seperti Naga Bonar, Jenderal Diponegoro, hingga Arya Penangsang. Penyebutan itu dilakukan secara ngawur dengan menyebut tokoh-tokoh yang tak relevan dengan sejarah G30S/PKI.

    "Sebutkan pahlawan revolusi?" tanya pewawancara yang merupakan personel TNI AU di video tersebut.

    "Siap, satu Jenderal Naga Bonar, dua Jenderal Ahmad Yani, tiga Jenderal Mangkubumi, empat Mayjen Pattimura, lima Bung Karno, enam Bung Hata, tujuh Jenderal Gatot Subroto, delapan Jenderal Diponegoro, sembilan Aryo Penangsang," jawab peserta wawancara.

    Baca: Gatot Nurmantyo Tantang KSAD Instruksikan Pemutaran Film G30S/PKI

    "Yakin?" tanya pewawancara. "Siap, yakin," jawab peserta wawancara. "Bagus kamu , ya," ujar pewawancara menanggapi.

    "Kenapa bukan Jenderal Aryo Wiro Sableng?" tanya personel TNI AU yang lain. "Siap, tidak," tepis peserta wawancara."

    Jawaban tersebut mengundang tawa sejumlah personel angkatan laut. "Bagus kamu ya. Jangan bilang teman-temannya kalau ini pahlawan revolusi," kata pewawancara menyarankan. "Siap," peserta wawancara kembali menjawab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.