Disomasi NasDem, Rizal Ramli: Pada Waktunya Akan Direspons

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli berdiri di ruang tunggu Gedung KPK, Jakarta, 2 Mei 2017. ANTARA FOTO

    Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli berdiri di ruang tunggu Gedung KPK, Jakarta, 2 Mei 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Rizal Ramli belum mau menanggapi somasi dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem yang meminta bekas Menko Kemaritiman itu mencabut pernyataannya di acara 'Indonesia Business Forum' yang ditayangkan stasiun TV One pada 6 September 2018.

    Baca: Nasdem Ancam Laporkan Rizal Ramli Jika Tak Lekas Cabut Pernyataan

    Dalam acara itu, Rizal Ramli menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak berani menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita karena takut kepada Ketua Umum NasDem Surya Paloh. "Maaf belum terima dan baca (somasi). Pada waktunya akan direspons," ujar Rizal saat dihubungi Tempo pada Selasa, 11 September 2018.

    Ketua DPP Nasdem Bidang Advokasi dan Hukum, Hermawi Taslim mengatakan, dirinya akan menyampaikan somasi tersebut kepada Rizal pada besok, hari Rabu, 12 September 2018. "Jika dalam 3x24 jam tidak direspons, maka kami akan lanjutkan ke jalur hukum," ujar Hermawi Taslim di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 11 September 2018.

    Baca: NasDem Somasi Rizal Ramli Soal Pernyataan Jokowi Ditekan Paloh

    Berikut pernyataan Rizal Ramli yang menurut Nasdem yang ditayangkan di TV One.

    Sebetulnya biang keroknya ini menteri perdagangan saudara Engar, ya. Misalnya impor dari garam dia lebihkan 1,5 juta ton, petani garam marah, yang kedua impor gula dia tambahkan 2 juta ton, impor beras dia tambahin 1 juta ton, termasuk yang Faisal katakan tadi soal ban.

    Jadi biang keroknya sebetulnya saudara Enggar, ya, cuma Presiden Jokowi gak berani negur, takut sama Surya Paloh, ya. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini brengsek. Impor naik tinggi sekali, petani itu dirugikan, petambak dirugikan dan akibatnya elektabilitas Pak Jokowi juga merosot digerogoti mereka ini, pada main dari komisi, dari importir yang sedemikian besarnya.

    Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem mensomasi bekas Menko Kemaritiman Rizal Ramli, atas pernyataannya pada acara Indonesia Business Forum yang ditayangkan stasiun TV One pada 6 September 2018. Kantor DPP Nasdem, Selasa, 11 September 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua DPP NasDem Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pernyataan Rizal itu memberi kesan bahwa seolah-olah Surya Paloh berada di belakang kebijakan impor serta mengatur-atur dan "bermain" dalam impor yang dilakukan pemerintah. "Akibatnya, masyarakat mendapatkan informasi yang sesat dan tidak benar dari pernyataan RR ini. Penyesatan informasi serta impresi publik ini merugikan Partai NasDem," ujar Yasin Limpo di lokasi yang sama.

    Baca: Rizal Ramli Bakal Digandeng Sebagai Tim Sukses Prabowo - Sandiaga

    Untuk itu, ujar Yasin, partainya membantah semua pernyataan Rizal Ramli dan menyatakan NasDem sama sekali tidak memiliki sangkut-paut, baik secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan kebijakan impor yang dilakukan oleh pemerintah.

    "Jika ada menteri yang berasal dari Partai NasDem tidak bagus kinerjanya, Pak Surya Paloh pun tidak pernah bermasalah jika menteri tersebut harus di-reshuffle," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.