Ada Bencana dan Pilpres, TNI AU Fokus Tambah Pesawat Angkut

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna saat menjadi inspektur upacara dalam hari ulang tahun TNI AD ke-72 di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, 9 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna saat menjadi inspektur upacara dalam hari ulang tahun TNI AD ke-72 di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, 9 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan pihaknya saat ini akan fokus menambah pesawat angkut seperti Hercules. Salah satu pertimbangannya adalah pesawat angkut milik TNI AU telah mengangkut sekitar 800 ton logistik ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Baca juga: TNI AU Akan Bangun Markas Komando Operasi di Biak

    "Untuk diketahui, sampai dengan pekan kemarin, barang yang dibawa dari Halim Perdana Kusuma sekitar 800 ton ke Lombok," kata Marsekal Yuyu di Lumajang, Kamis, 6 September 2018. Yuyu mengatakan kejadian bencana gempa bumi di Lombok membuat TNI AU akan fokus menambah pesawat angkut.

    "Kita ketahui contoh seperti kemarin ada kejadian di Lombok, kejadian pada Minggu sore, pagi-pagi Jam 06.00 WIB sudah memberangkatkan tiga Hercules ke sana, barang-barang yang dibawa cukup banyak," kata Yuyu.

    Karena itu kata Yuyu, TNI AU akan fokus kepada pesawat-pesawat angkut. "Melihat situasi yang berkembang, tahun depan kita akan menghadapi Pilpres, kita perlu menyiapkan untuk mobilisasi personil kalau terjadi sesuatu serta pengiriman logistik," katanya.

    Baca juga: KSAU Yuyu Sutisna Instruksi ke Prajurit TNI AU Jaga Netralitas

    Meskipun begitu, kata Yuyu, pengadaan pesawat tempur, pesawat heli juga akan menjadi perhatian. "Namun kita fokus pada pesawat angkut mengingat situasi," ujarnya.

    Yuyu mengatakan rencana strategis ketiga sampai 2019, pihaknya telah merencanakan pengadaan beberapa pesawat mulai dari pesawat tempur, dan pesawat angkut. "Dan juga pesawat heli ada juga di tahun ini, demikian juga di rencana strategis keempat pada 2020 hingga 2024, kita juga merencanakan pengadaan," katanya.

    Sedangkan untuk jenis pesawatnya, kata Yuyu, pihaknya masih melakukan negosiasi. "Untuk yang lalu pilihannya ada Sukhoi dan F 16. Untuk saat ini sedang dinegosiasikan, karena saya kepada Kemenhan hanya menyatakan spesifikasi pesawat yang kami inginkan dan tidak menyampaikan merek," ujarnya.

    Baca juga: Anies-Sandi Libatkan Koperasi TNI Angkatan Udara di OK - Otrip

    Yuyu mengatakan TNI AU sudah rapat dengan Komisi I. "Semuanya menyetujui dan sangat mendukung, terus mengupayakan untuk peningkatan anggaran TNI secara keseluruhan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.