Minggu, 18 November 2018

Golkar: Kasus Proyek PLTU Riau-1 Urusan Idrus - Eni Saragih

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan mengambil gambar tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Idrus Marham, saat menaiki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Wartawan mengambil gambar tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Idrus Marham, saat menaiki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 merupakan urusan pribadi mantan Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Eni Maulani Saragih dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ace mengklaim perkara korupsi itu ada kaitannya dengan Golkar.

    "Tidak ada kaitannya dengan Golkar sama sekali," kata Ace di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

    Baca:
    Kata Sekjen Golkar Soal 2 Kader Terjerat Suap Proyek PLTU Riau-1
    KPK Sebut Golkar Bisa Dijerat Bila Terbukti Terima Suap PLTU Riau ...

    Golkar, ujar dia, tidak pernah membahas proyek PLTU Riau-1. Sehingga,  harus ada pembedaan antara kewenangan institusi partai dan Eni serta Idrus tentang proyek senilai Rp12,8 triliun itu.

    Pernyataan Ace itu sekaligus menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi mengenai kemungkinan menjerat Golkar dengan pidana rasuah korporasi. Sebelumnya Eni mengungkap adanya aliran dana suap untuk musyawarah nasional (Munaslub) Partai Golkar pada Desember 2017 di Jakarta.

    Baca: KPK Periksa Dua Konsorsium di Kasus Dugaan Suap PLTU Riau-1

    KPK menyangka Eni menerima suap dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Johannes adalah pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, salah satu anggota konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-1.

    Eni disangka menerima Rp4,8 miliar dari Johannes. Belakangan, Eni mengatakan Rp2 miliar dari duit itu mengalir untuk Munaslub partai beringin.

    Simak: Alasan KPK Periksa Setya Novanto di Suap Proyek PLTU Riau-1 ...

    Ace mengatakan Golkar akan menghormati proses hukum terhadap dua kadernya. Golkar akan kooperatif terhdap KPK untuk kasus yang melibatkan Eni dan Idrus.

    Kendati begitu, Ace tak menjawab tegas saat ditanya mengenai aliran dana dari Eni ke partainya. Dia juga tak menjawab pasti saat ditanya apakah Golkar siap diaudit terkait sumber dan peruntukan dana selama munaslub. "Soal diaudit atau tidak, kita harus melihat juga. Itu kan nanti akan dilihat dalam proses pengadilan," kata Ace.

    Simak: Golkar Bantah Ada Aliran Dana PLTU Riau ...

    Pernyataan Ace berbeda dengan Ketua Organizing Committee Munaslub Partai Golkar 2017, Agus Gumiwang Kartasasmita. Agus menyatakan partainya siap diaudit soal dugaan aliran duit suap proyek PLTU Riau-I dari bekas Wakil Ketua Komisi Energi Eni Saragih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.