Forum Kebangsaan Jatim: Tak Ada Laporan Ancaman Ustad Abdul Somad

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Ustad Abdul Somad jelang mengisi tausiyah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, 4 Februari 2018. Foto/Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Ustad Abdul Somad jelang mengisi tausiyah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, 4 Februari 2018. Foto/Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden

    TEMPO.CO, Surabaya - Koordinator Forum Kebangsaan Jawa Timur Nur Aminuddin mengatakan sejauh ini tidak ada ancaman terhadap pendakwah Ustad Abdul Somad Batubara. Ia menanggapi pernyataan Abdul Somad di akun instagramnya yang terpaksa membatalkan jadwal tausiyah di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur, karena mengaku mendapat intimidasi.

    Baca: JK Prihatin Ustad Abdul Somad Mendapat Intimidasi dan Ancaman

    “Dari kami tidak ada yang mengancam, ketakutan dia sendiri saja kali,” kata Aminuddin yang juga Wakil Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur saat dihubungi, Selasa, 4 September 2018.

    Menurutnya, sejak ricuh deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya, Ahad, 26 Agustus 2018, telah ada kesepakatan dari Front Pembela Islam, GP Ansor Surabaya, Forum Kebangsaan Jatim dan Aliansi Elemen Bela NKRI untuk mengamankan Jawa Timur. “Kami sepakat menghindari hal-hal yang bersifat provokatif,” katanya.

    Aminuddin berujar hal-hal yang sifatnya provokatif bertentangan dan kontraproduktif dengan kultur masyarakat Jawa Timur yang ingin hidup tenang dan kondusif. Ia berharap semua pihak, termasuk Ahmad Dhani, Neno Warisman dan Abdul Somad, tidak makin memanas-manasi situasi. “Provokasi-provokasi seperti kemarin di Tugu Pahlawan sudah tidak ada tempat,” kata dia.

    Baca: JK Bakal Fasilitasi Ceramah Ustad Abdul Somad di Masjid

    Namun menurut koordinator Relawan Ganti Presiden Jawa Timur, Milla Machmudah, ancaman yang diterima Abdul Somad benar adanya. Karena itu pendakwah yang tengah naik daun itu memilih membatalkan ceramah.

    “UAS membatalkan semua ceramah di Jawa dikarenakan banyak ancaman, bukan pelarangan,” kata Milla yang juga koordinator lapangan aksi #2019GantiPresiden di Surabaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.